Agar Pelajar tidak Bosan, SMA Negeri 10 Palembang Terapkan Beragam Metode
Metode belajar yang diterapkan bisa berupa pembuatan film pendek, seminar, hingga mengajak pelajar belajar di luar kelas
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Untuk meningkatkan minat pelajar mempelajari mata pelajaran, pihak sekolah memiliki ragam metode.
Metode pembelajaran yang beraneka ragam bertujuan supaya pelajar tidak bosan dengan metode yang itu-itu saja setiap harinya.
Usaha ini cukup berhasil meningkatkan animo pelajar supaya kian antusias mengikuti pelajaran di sekolah.
Salah satu sekolah yang menerapkan ragam metode di beberapa mata pelajaran adalah SMA Negeri 10 Palembang.
Dikatakan Kepala Sekolahnya, Fir Azwar, metode belajar yang diterapkan bisa berupa pembuatan film pendek, seminar, hingga mengajak pelajar belajar di luar kelas.
Setidaknya, tiga tahun sudah seluruh guru di sekolah yang berlokasi di Jl Srijaya Bukit Besar Palembang ini menerapkan metode ini.
"Semua guru memiliki metode mengajar sesuai dengan yang mereka bisa. Kalau gurunya cukup tahu dengan teater, maka bisa melalui teater," kata Fir, Senin (25/4/2016).
Membuat film pendek, seminar, dan belajar di luar kelas, menurut Fir adalah bagian dari Kegiatan Belajar Mengajar yang ada di SMAN 10.
Kegiatan ini bukanlah ekstra kulikuler karena selalu dilakukan di jam mata pelajaran.
Khusus untuk pembuatan film pendek, ceritanya dibuat berdasarkan mata pelajaran dari guru yang memberi tugas.
Jika gurunya guru ekonomi, maka isi cerita dari film tidak menyimpang jauh dari bidang tersebut.
Fir melanjutkan, pihak sekolah memang sangat mendukung bagi pelajar yang menggemari suatu bidang kesenian.
Jika ada yang bisa meraih prestasi, sekolah siap memfasilitasi sepenuhnya.
Apalagi, SMAN 10 kini sudah menjalin hubungan baik dengan Dewan Kesenian Palembang sehingga mereka bisa mendapatkan banyak ilmu tentang kesenian.
Untuk film pendek, lanjut Fir, sekarang sudah mulai berjalan.
Dan, yang dinilai para guru menjadi film pendek terbaik ditujukan kepada pelajar kelas 2.8.
Mereka tidak hanya mendapat apresiasi dari para guru, tetapi juga berkesempatan untuk ikut ajang film nasional.
Ini dikarenakan, film yang dibuat sedang dalam tahap meengikuti perlombaan tingkat Sumsel.
"Pembuatan film pendek tidak mengganggu jam pelajaran mereka karena mereka berlatih di luar jam pelajaran. Untuk biaya, kami rasa tidak berat karena para siswa mengedit dan merekam video menggunakan gadget yang mereka miliki," kata Fir.
Menurut salah satu siswa kelas 2.8 yang ikut terlibat dalam pembuatan film tersebut, Fabian Satriyo, film mereka yang berjudul Sang Pemimpi digarap dalam waktu sembilan hari.
Film ini digarap karena Bian dan teman-teman di kelas diminta gurunya untuk membuat film pendek bertemakan ekonomi.
Tak ingin setengah-setengah, mereka serius menggarap film sehingga akhirnya bisa dinobatkan menjadi yang terbaik untuk tingkat sekolah.
Dengan diikutsertakannya film tersebut untuk mengikuti ajang film Sumsel, Bian mengatakan, besar harapan ia dan teman-teman bisa menjadi salah satu yang terbaik.
Jika angan itu tercapai, seluruh pelajar yang terlibat dalam film itu bisa tampil di salah satu televisi swasta di Palembang.
Sebab itulah, Bian begitu antusias menantikan momen dimana pengumuman menjadi yang terbaik datang.
'Jujur, dengan kegiatan seperti ini, belajar di sekolah jadi lebih mengasyikan dan tujuan utamanya tetap bisa didapat. Kita berharap doa dan dukungan pihak sekolah supaya film kita bisa menjadi yang terbaik," kata Bian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kepsek-sma-n-10-palembang-fir-azwar_20160426_113932.jpg)