'Begitu Banyak Aksi Bom di Indonesia'
Jika kita bersatu semoga tidak adanya aksi bom, tapi jka kita tidak bersatu maka kekerasan terus berlangsung di negara kita.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Biro Umum BNPT (Badan Nasional Pencegahan Terorisme) Drs Anwar Sanusi MT MM menekankan agar semua elemen masyarakat untuk selalu bersatu yang dapat menangkal faham radikal (kekerasan).
Ia pun menjelaskan BNPT lahir pada Tahun 2010. Fenomena di Indonesia tidak terlepas dari Timur Tengah.
"Begitu banyak aksi bom di Indonesia. Jika kita bersatu semoga tidak adanya aksi bom, tapi jka kita tidak bersatu maka kekerasan terus berlangsung di negara kita. BNPT tidak bisa bergerak sendiri maka perlu bantuan semua pihak," ungkap Drs Anwar Sanusi pada dialog pelibatan masyarakat dalam pencegahan faham radikal terorisme melalui perspektif sosial budaya di Gedung Atyasa Palembang, Jumat (21/4/2016).
Hanya sayangnya, kata Anwar, kita tidak bisa menghalangi orang untuk ke Timur Tengah karena mereka ada urusan seperti umrah dan lain sebagainya.
"Namun yang menjadi catatan kita ke mana mereka setelah berada di Timur Tengah. Kita tidak bisa menangkap orang-orang yang menyatakan membawa bendera ISIS. Namun kita bisa meminimalis aksi-aksi terorisme di Negara Indonesia," kata Anwar.
Selain itu bagaimana mengurangi dan menangkap kelompok teroris dengan melibatkan berbagai pihak.
Akhir tahun lalu, 100 negara berbicara tentang terorisme terutama di negara Timur Tengah. 2000 lebih kasus tercatat sebagai anggota teroris.
Munculnya gerakan radikal, faktor menjadi anggota teroris salah satunya ideologi. Seluruh elemen menjadi penanggung jawab pencegahan terorisme.
"Karena kita sebagai penerus bangsa harus menjaga NKRI. Jangan bersikap masa bodoh sebab jika kita tidak peduli dengan sebuah radikal maka akan terus bermunculan aksi dan faham-faham radikal di negara kita," katanya.
Anwar juga mengingatkan untuk mengawasi anak-anak yang menyendiri di dalam kamar yang bisa saja terpengaruh dari situs yang dianggap berbahaya.
"BNPT dianggap menghapus situs Islam sehingga BNPT tercemar nama baik namun dalam waktu 3 minggu hal ini selesai diperbaiki, karena sesuai dengaan UU KOMINFO. Kita jangan berbahagia ketika anak kita belajar sendiri dalam kamar karena dalam aksi ini tidak harus ketemu secara langsung maka kita tetap mengotrol anak kita dan selalu dalam pengawas kita," terangnya.
Sebanyak 270 peserta hadir undangan dari Polda, Kodam, Kesbangpol, Tokoh masyarakat, tokoh budaya, tokoh adat, akademisi.
Selain itu hadir Prof Bambang Pranowo akademisi dari UIN Yogyakarta, Ali fauzi mantan jihadis.
Senada juga dikatakan Sekretaris FKPT (Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme) Sumsel Periansyah menekankan pentingnya kerukunan masyarakat dalam menjaga kondisivitas daerah sehingga tidak terjadi teror yang menyebabkan kerawanan.
Maksud diadakannya dialog ini kata Periansyah yang juga akademisi dari Poltek Sriwijaya, untuk memberikan pemahaman yang benar kepada seluruh kalangan masyarakat terutama para tokoh Sosial Budaya dalam pencegahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kepala-biro-umum-bnpt-drs-anwar-sanusi-mt-mm213_20160423_174834.jpg)