Wanita Cantik asal Yunani Ini Curhat Tak Memiliki Vagina dan Rahim

Giannouli tidak memiliki kandungan, leher rahim, dan bagian atas vagina.

Tayang:
Editor: Soegeng Haryadi
BBC NEWS
Joanna Giannouli 

Selain itu, ada masa-masa sulit sesudahnya. Saya menderita secara emosional, psikologis, dan semua itu benar-benar berat.

Hampir 10 tahun sudah dan saya masih merasa menderita, tetapi saya sudah tidak merasa malu lagi, sudah terlalu lama.

Saya sadar bahwa saya tidak bisa mengubahnya. Semuanya harus diterima apa adanya dan hidup dengan kondisi seperti ini.

Selama beberapa tahun pertama dan kadang-kadang sekarang pun masih, saya merasa tidak berharga. Saya bagai barang yang rusak, tidak layak dicintai.

Saya bagai jiwa yang tersesat selama bertahun-tahun. Hal ini bisa menghancurkan hidup kita. Hal itu menempatkan kita dalam posisi yang benar-benar sulit.

Saya berjuang keras melawan depresi, kecemasan, dan serangan panik.

Ini memberikan saya pelajaran berharga. Meskipun saya tidak percaya kepada Tuhan, saya percaya bahwa ini adalah peringatan penting bahwa jangan menganggap hidup kita pasti dengan sendirinya baik-baik saja.

Saya sudah terlahir kembali. Hal ini telah memberikan saya hidup yang baru, jati diri yang baru. Ini juga telah mengubah jalan hidup saya.

Sebelumnya, saya adalah remaja yang tipikal dengan segala pasang surutnya. Setelah itu, saya menjadi benar-benar dewasa. Saya menjadi dewasa dengan cepat. Saya bersyukur akan hal itu.

Apa adanya

Semua ini membentuk pribadi saya. Saya hidup setiap hari seperti apa adanya hari itu. Saya tidak membuat rencana untuk masa depan karena saya tidak tahu apakah saya masih akan hidup.

Tidak banyak orang tahu hal itu. Saya bermaksud merahasiakannya dan ibu saya hanya memberi tahu sanak saudara.

Mengalami hal itu sungguh tak enak karena orang jadi mengasihani kita. Saya tidak ingin orang merasa kasihan kepada saya.

Saya tidak sedang sekarat dan saya tidak dalam bahaya. Namun, orang-orang menunjukkan paras kasihan. Itu justru membuat saya merasa lebih sedih tentang keadaan diri saya.

Saya tidak bisa membicarakan hal itu karena di Athena, Yunani umumnya, orang-orang cenderung berpikiran tertutup.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved