Kasdam II Sriwijaya: Juni Bakal Copot Kepala Satuan Anggota yang Terlibat Narkotika

Kepala satuannya kita ingatkan untuk melaporkan anggotanya kita kasih waktu sampai akhir Mei

Kasdam II Sriwijaya: Juni Bakal Copot Kepala Satuan Anggota yang Terlibat Narkotika
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak mengingatkan kepada Kepala Satuan akan dicopot jabatannya yang anggotanya masih terbukti terlibat narkotika pada bulan Juni 2016 nanti.

"Kepala satuannya kita ingatkan untuk melaporkan anggotanya kita kasih waktu sampai akhir Mei. Bila Juni ketahuan anggotanya terlibat narkotika, maka komandan satuannya dicopot. Kita tidak mengingkan hal ini terjadi. Panglima pingin yang ikut ini masih ada yang peserta. Agar melihat juga. Kita juga lakukan pencegahan. Dilakukan 2 hari setelah itu ke Lampung. Bengkulu," imbau Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak usai menyaksikan Percepatan Sidang Khusus Kasus Narkotika di Gedung Sudirman Kodam, Senin (11/4/2016).

Menurut jenderal bintang satu ini, Kodam II Sriwijaya merespon perintah Panglima TNI. Tidak ada toleransi pengguna narkoba.

"Dampaknya kita sidangkan secara khusus. Pertama disidangkan di Jambi. Kali ini Korem 044/Gapo. Selanjutnya Bengkulu dan Lampung. Kami secara terbuka, tidak ada pembelaan. Karena tidak normal. Untuk seluruh Sumbagsel ada 41 orang yang akan disidangkan. Bervariasi ada perwira, tamtama. Tapi kita tidak pandang bulu," tegasnya.

Menurut Kasdam, apabila anggota itu setelah dicek lagi positif, kemudian Mei terakhir cek lagi masih toleransi.

"Kemarin kan jajaran Kodam ngadain tes urine. Secara rahasia. Oleh Komandan satuan diikutkan. Ada 200-an anggota ikut jadi peserta menyaksikan sidang. Kalau masih juga maka kita tidak ada toleransi. Ada yang sebagian sudah target dari kita polisi dan BNN. Atau kita informasikan, TO secara acak, bergilir mana. Kodam tegak lurus loyal pada pimpinan. Sanksi terberat dikeluarkan dari tentara. Sejauh ini kita lihat mereka akibat pengaruh lingkungan dan ada ikut-ikutan mencoba-coba. Kalau ekonomi itu alasan klasik," terang Kasdam.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved