Setiap Hujan Lebat, PKL Angkat Lapak Dagangannya

Akibatnya puluhan PKL yang berjualan di lokasi harus angkat lapak atau berpindah kelokasi lain saat air mulai naik keatas siring.

Penulis: Awijaya | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/AWI WIJAYA
Sekretaris Camat Tebingtinggi, Umar Hasan melihat SPAL dan gorong-gorong yang kerap meluap hingga menggenangi puluhan lapak PKL dilorong Talangpadang Pasar Musi. 

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG -- Setiap hujan lebat sekitar 1 jam, para Pedagang Kaki Lima(PKL) di kawasan lorong Talangadang Pasar Musi (depan eks gedung sebaguna) Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang terpaksa mengangkat lapak daganganya karena digenangi air.

Pengamatan di lapangan, genangan air ini berasal dari gorong-gorong yang mampet saat hujan turun meluap kearea PKL, karena siring yang berada dibelakang lapak PKL mulai mendangkal akibat tingginya lumpur dan tumpukan sampah para PKL sendiri yang terbuang ke dalam siring.

Akibatnya puluhan PKL yang berjualan di lokasi harus angkat lapak atau berpindah kelokasi lain saat air mulai naik keatas siring. Karena luapan air biasanya mulai dari setinggi lutut sampai mata kaki.

"Kalau hujan satu jam lebat saja terpaksa kami angkat dulu lapak dagangan, karena air siring ini meluap sampai kelapak," kata Masna(45) PKL dilorong Talangpadang kepada Sripoku.com, Sabtu(02/04/2016).

Masna menambahkan luapan air siring ini tidak lama hanya beberapa saat saja, tidak lama setelah hujan reda air kembali mengecil, karena ini luapan akibat gorong-gorong tidak mampu menerima debit air saat hujan.

"Banjirnya tidak lama, setelah hujan reda airnya surut lagi, kalau sudah surut kami buka lapak lagi," ungkap perempuan yang berjualan sayuran ini.

PKL lainya Yesi (35) mengatakan saat hujan tiba ia melihat situasi kalau hujan lebat ia harus siap-siap angkat lapaknya namun kalau hujan sebentar ia masih bertahan dan harus duduk diatas lapak karena lapak daganganya lebih tinggi dibanding PKL lain. Walaupun resiko tidak akan didatangi pembeli sudah pasti karena sekitaran lapak tergenang.

"Kalau tidak terlalu lebat saya masih bertahan jualan, cuma kalau sudah hujan agak lama terpaksa beres-beres kalau dagangan saya basah rugi," jelas Yesi.

Ketua RT 01,RW 02 Pasar Uludarat, Kelurahan Pasar Tebingtinggi, Taufik mengatakan mengetahui kondisi ini sering terjadi, luapan air menggenangi area lapak pedagang karena Saluran Pembuagan Air Limbah(SPAL) yang menampung air dari beberapa kawasan dari Talangjawa, dan Lorongsawah sehingga gorong-gorong tidak mampu mengalirkan debit air lebih banyak dari lobang gorong-gorong.

"Ya memang seperti itu kami baru membersihkan di lorong lain, rencananya kawasan ini juga akan gotongroyong dibersihkan juga," katanya usai melaksanakan gotongroyong Jum'at bersih (1/4).

Sekretaris Camat Tebingtinggi, Umar Hasan, mengatakan akan berkoordinasi dengan kepala pasar membersihkan lokasi langananan genangan air yang karap merugikan PKL ini.

"Kami koordinasikan dulu ke UPTD pasar Tebingtinggi,"katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved