'Makhluk Halus yang Merasuki Kawan-kawan Seperti Mengejar'
Makhluk halus yang merasuki kawan-kawan seperti mengejar, karena tidak cuma di sekolah tapi yang menunggu ojek.
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Setelah sebelumnya puluhan pelajar SMP Negeri 5 Prabumulih mengalami kesurupan massal, Senin (21/3/2016) sekitar pukul 08.00, puluhan pelajar dari MTS Negeri Prabumulih yang mengalami kesurupaN.
Puluhan pelajar yang kesurupan meronta-ronta dan berteriak histeris dan berontak ketika digendong dan dibawa ke musala sekolah. Tidak hanya di dalam sekolah, para siswa yang sudah membubarkan diri dan hendak pulang karena diperintahkan guru agar tidak menular, malah ikut mengalami kesurupan di luar lingkungan sekolah layaknya pertunjukan kuda kepang.
Parahnya, kesurupan terhadap pelajar juga terjadi ke pelajar yang tengah menunggu ojek di seberang sekolah atau tepatnya di depan minimarket. Pelajar yang tiba-tiba pingsan dan berterik histeris bahkan membuat masyarakat yang hendak menuju taman Prabujaya tempat peresmian jaringan gas kota terhenti dan memberikan bantuan.
Puluhan siswa selanjutnya dibawa ke musala sekolah. Para pelajar bisa kembali sadar setelah dibacakan ayat suci Alquran oleh para guru dan murid-murid lain yang sadar.
"Makhluk halus yang merasuki kawan-kawan seperti mengejar, karena tidak cuma di sekolah tapi yang menunggu ojek dan berada di jalan tiba-tiba kena serang atau kerasukan mahluk halus. Kita takut sekali karena mendadak dan bersamaan," ungkap Santy, satu diantara pelajar ketika dibincangi.
Sementara, Kepala MTS Negeri Prabumulih, Drs Masyani Tusin MM melalui Wakil Kepala Humas MTs Negeri, Nasiroh SPd mengatakan, kejadian kesurupan massal terjadi ketika para pelajar tengah melakukan aktivitas belajar mengajar di dalam kelas. Tiba-tiba, seorang siswa kelas 8 bernama Agustina berteriak histeris dan mengalami kejang-kejang seperti orang kesurupan.
"Siswi itu kami bawa ke musala dan dibacakan ayat suci, tiba-tiba siswa dari kelas lain ikut kesurupan, begitu pun kelas lainnya. Semua panik karena terus bertambah pelajar yang kesurupan," ujarnya.
Melihat banyak pelajar kesurupan, Nasiroh mengatakan, pihak sekolah lalu memulangkan semua pelajar dengan harapan agar tidak menyerang pelajar lainnya. "Bukan berhenti tapi malah siswa yang akan pulang baik di luar kelas maupun di jalan luar sekolah kena serang kesurupan massal, kita tentu panik bukan main," katanya.
Kesurupan terhadap para pelajar itu menurut Nasiroh tidak diketahui penyebabnya, namun siswa kesurupan sudah terjadi sejak Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 00.30 pada saat siswa melakukan kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) di dalam lingkungan sekolah.
"Saat kegiatan itu memang ada yang kesurupan dan sudah berhasil disadarkan. Ini kejadian terulang lagi," katanya.
Nasiroh menambahkan, atas kejadian tersebut pihaknya akan memanggil sejumlah pemuka agama untuk melakukan ruqiyah kepada siswa yang mengalami kesurupan, selain itu akan melakukan pembacaan ayat suci Al Quran secara bersama.
"Kita tidak ingin kejadian ini kembali terulang, kita akan minta izin keluarga untuk merukiyah anak-anak yang kesurupan sehingga tidak ada lagi yang kesurupan," katanya seraya mengatakan akibat kejadian itu kegiatan Persami yang rencananya akan dilakukan oleh Kelas 7 terpaksa ditunda. (eds/TS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-kesurupan_20150514_171128.jpg)