Waspada Panas Ekstrem Siang Hari!
Suhu udara terasa lebih panas pada biasanya, karena memang masuk musim peralihan ke musim kemarau.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Beberapa hari ini, suhu siang hari di Palembang terasa cukup panas. Akan tetapi, ini bukan adanya fenomena equinox yang membuat cuaca pada siang hari akan terasa ekstrem.
Suhu udara terasa lebih panas pada biasanya, karena memang masuk musim peralihan ke musim kemarau. Meski memang, musim kemarau masih terbilang cukup lama.
"Untuk temperatur suhu pada siang hari berkisaran antara 33 hingga 35 derajat celcius, sedangkan pada malam hari suhu berkisaran antara 27 hingga 29 derajat. Untuk sebagian besar Sumsel, musim kemarau kemungkinan baru masuk pada akhir Mei atau awal Juni," ujar Kasi Observasi dan Informasi BMKG Kenten Palembang Indra Purna, Sabtu (19/3/2016).
Ketika disinggung mengenai fenomena equinox, menurutnya saat equinox temperatur udara bisa saja melebihi 35 derajat celcius. Karena berdasarkan statistik data temperatur pada bulan Maret lalu, pernah mencapai 36,5 derajat celcius.
Menanggapi beredarnya berita tentang suhu di Indonesia mencapai 40 derajat saat terjadi equinox pada 21 Maret dan 23 September mendatang di Indonesia BMKG Pusat telah menjelaskan di Indonesia tidak akan mencapai suhu se ekstrim itu.
Perlu dijelaskan, equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana Matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun yakni pada 21 Maret dan 23 September.
"Saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam diseluruh bagian bumi hampir relatif sama termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan. Keberadaan fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius," katanya.
Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahap.
"Dari itulah, BKMG menyikapi dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir dampak dari Equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang," jelasnya.
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Indonesia cendering kering. Beberapa tempat seperti di Sumatera bagian Utara mulai memasuki musim kemarau.
"Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga maupun lingkungan," pungkasnya. (ard/TS)