KA Babaranjang Tabrak Tebing
Ascep Masih Pengantin Baru
Tampak sekitar 10 karangan bunga ucapan belasungkawa berjejer rapi di depan halaman rumah almarhum.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
Lokomotif paling depan tempat masisnis dan asistien masinis mengendalikan kereta mengalami anjlok 6 as dan terguling.
Sedangkan lokomotif Cc2029005 anjlok 5 as namun tidak trerguling.
Begitu juga lokomotif Cc2028612 anjlok 6 as namun tidak terguling.
Kemudian rangkaian gerbong nomor 1 anjlok 4 as tidak terguling dan gerbong nomor 2 mengalami anjlok 2 as namun tidak terguling.
Menurut informasi dari warga sekitar lokasi kejadian, evakuasi korban membutuhkan waktu karena korban sudah tertimbun tanah longsor.
”Ada 0.5 meter tanah menutupi tubuh korban, setelah dibuangi tanah barulah terlihat tangan korban,“ ujar pria berusia sekitar 75 tahun ini seraya menambahkan saat tubuh korban ditemukan sudah meninggal masisinis langsung nangis meratapi kepergian asistennya.
Kapolsek Peninjauan AKP Syafaruddin yang dkinkofirmasi di lokasi kejadian mengatakan, setelah jenazah korban berhasil dikeluarkan dari lokomotif terjebak dalam longsor langsung dilarikan ke Puskesmas Peninjauan Kabupaten OKU.
Setelah dilakukan visum luar, selanjutnya jenazah korban dibawa ke kampung halamannya dusun 8 Desa Gunungmegang Kecamatan Gunungmegang Kabupaten Muaraenim.(*)
Berikan dukungan Anda kepada Kami dengan LIKE/SUKAI Fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini
Posted by Sriwijaya Post on 17 Oktober 2015
Dan mohon FOLLOW Twitter Kami juga Sriwijaya Post
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/almarhum-ascep-sunarto_20160301_221546.jpg)