Dinas Pasar dan Pol PP Biarkan PKL di Trotoar jalan

"Biarlah dulu mereka berjualan di trotoar, karena lokasi memindahkan mereka juga belum ada," kata Suandi Soni.

Penulis: Awijaya | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/AWI WIJAYA
Sejumlah pedagang di pasar Musi Tebingtinggi menutup trotoar jalan, sebagai lokasi mengelar dagangan. Kamis(25/2/2016). 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG-- Para pejalan kaki di pasar Musi Tebingtinggi terpaksa turun ke jalan saat melewati trotoar jalan di salah satu sisi Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera sepanjang pasar Musi Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang.

Lantaran beberapa titik trotoar jalan digunakan  para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mengelar lapak dagangan.

Bahkan salah satu warung makan di depan lorong Talangpadang, Pasar Musi Tebingtinggi sengaja buka diatas trotoar jalan, sehingga saat pejalan kaki yang melewati trotoar harus turun ke jalan dan melewati badan jalan karena trotoar ditutup warung makan.

Pengamatan di lapangan, dari pasar Musi Ulu hingga ke pasar Musi IIir Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang, puluhan pedagang berjualan diatas trotoar.

Mereka menutup trotoar jalan untuk menggelar lapak dagangan. Para pedagang ini nampak terbiasa dengan berjualan diatas trotoar jalan yang seharusnya untuk para pejalan kaki ini.

"Kami tidak bisa lewat di trotoar, karena ditutupi lapak dagangannya, kalau berjalan kaki turun kejalan saja yang penting hati-hati saja karena bayak kendaraan lewat," ungkap Efri (25) warga Tebingtinggi kepada Sripoku.com, Kamis(25/2/2016).

Dikatakan Efri, setelah usai dibangun sekitar tahun 2015 lalu, para pedagang ini seperti sengaja menggelar dagangan di trotoar jalan malah mereka nampak santai merasa tidak ada yang salah dengan mereka.

Hal ini semestinya perlu ditertibkan instansi terkait jangan sampai peruntukan dibangunya trotoar justru digunakan oknum pedagang di pasar Musi buka lapak dagangan.

"kalau dibiarkan saja seperti ini, sekalian saja pemerintah bangun meja untuk mereka berjualan di trotoar," ungkapnya.

Warga lainya, Can, mengaku turut kesal akibat trotoar jalan yang salah digunakan ini, justru sebelum dan sesudah dibangun trotoar tidak ada ubahnya. Pejalan kaki tetap melewati jalan lintas. Malah sejumlah pedagang yang berjualan di trotoar lebih nyaman sebagai lokasi berjualan trotoar dipasang keramik.

"Mereka enak sekali, berjualan di trotoar dan malah jadi lapak dagangan,"ungkap Can.

Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Keindahan Kota (DPK3) Empatlawang, Kamirun, mengatakan pihaknya sudah menghimbau kepada pedagang berulang kali, agar tidak mengelar dagangan di trotoar jalan. Kamirun mengaku saat ini tidak ada lokasi untuk menempatkan para pedagang ini.

"Kalau sudah siap lokasi para pedagangnya nanti kami baru bisa tindak tegas dan melakukan penertiban, kalau kondisi saat ini ditertibkan mereka malah balik balik lagi, percuma saja,"ungkap Kamirun.

Kasat Pol PP Empatlawang, Suandi Soni dikonfirmasi mengaku telah bekoordinasi dengan Dinas Pasar, terkait penertiban pedagang di trotoar jalan ini belum ditertibkan karena ini menyangkut urusan perut.

"Biarlah dulu mereka berjualan di trotoar, karena lokasi memindahkan mereka juga belum ada," kata Suandi Soni.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved