Dihantam Air Nibung, Jembatan Beton Ambruk

Dihantam air Nibung, jembatan beton di desa Rantaualih Kecamatan Lintangkanan Kabupaten Empatlawang ambruk.

Tayang:
Penulis: Awijaya | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/AWI WIJAYA
Jembatan menuju areal perkebunan yang berada di desa Rantaualih Kecamatan Lintangkanan Kabupaten Empatlawang,ambruk dihantam air Nibung, foto diambil Rabu(24/2/2016) 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG -- Jembatan beton menuju areal perkebunan yang berada di desa Rantaualih Kecamatan Lintangkanan Kabupaten Empatlawang,ambruk dihantam air Nibung.

Informasi yang dihimpun, jembatan ini diperkirakan ambruk terjadi sekitar 7 hari lalu. Saat itu hujan lebat menguyur di Kecamatan Lintangkanan Kabupaten Empatlawang sehingga jembatan yang biasanya di lewati ratusan warga sedikitnya dari 7 desa diantaranya Desa Rantaualih, Lubukcik, Rantaukasai, Sukarami, Karangtanding,Batuampar, Nibung dan Umojati, Kecamatan Lintangkanan.

Saat ini kondisi jembatan masih ambruk, warga setempat mulai berencana akan membuat jembatan darurat dari bambu sebagai jalur penyeberangan warga yang hendak kekebun seberang sungai, maupun mengangkut hasil kebun dari ke desa.

Beberapa warga hendak menuju perkebunan terpaksa menyeberangi sungai Nibung yang debitnya saat ini masih cukup besar, sementara beberapa wargalain justru harus menunggu debit sungai Nibung mengecil untuk kekebun. Padahal kondisi saat ini hasil pertanian berupa buah kopi dari areal perkebuanan sekitar 1 bulan lagi akan mulai panen.

"Ambruknya itu sekitar satu minggu lalu," kata Harmendi, salah seorang warga Lintangkanan dibincangi Sripo, Rabu(24/2).

Harmendi mengatakan, jembatan ini memliki panjang sekitar 12 Meter dan lebar 2 Meter, biasanya selain pejalan kaki jembatan ini juga bisa dilewati kendaraan roda dua.

Jembatan ini dibangun sekitar tahun 2012 dengan menggunakan bantuan dana PNPM Mandiri pedesaan

" Jembatan ini harus segera di perbaiki agar warga tidak terkendala menuju areal perkebunan," kata pria yang saat ini juga sebagai wakil rakyat DPRD dari dapil Lintangkanan ini.

Ia mengaku akan segera mengajukan perbaikan karena ini adalah masuk dalam kategori bencana alam.

Kepala Desa Rantaualih Kecamatan Lintagkanan, Riyatul dikonfirmasi membenarkan jembatan ini telah ambrukk lebih dari seminggu, akibat diterjang sungai Nibung. Ratusan warga terpaksa melewati jembatan lain, penyeberangan hewan.

"Ambruknya lebih dari seminggu lalu, warga berencana membuat jembatan lain, saat ini warga terpaksa melewati jembatan penyeberangan hewan tidak jauh dari lokasi jembata ini,"ungkap Riyatul.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU-BM) H.Fauzi didampingi Kabid Pembangunan Jembatan, Khairul mengaku pihaknya belum tahu mengenai adanya jembatan ambruk ini.

" Nanti kami akan segera ke lokasi dan akan dilaporkan ke Bupati," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved