Membangun OKI dari Desa Digilir Per Zona

Menerapkan strategi berupa pembangunan dilakukan berdasarkan zona, sangatlah tepat.

Editor: Sudarwan
dok Pemkab OKI
Bupati OKI Iskandar SE saat meninjau pembangunan ruas jalan Kayuagung-Pedamaran Timur. Pembangun OKI dibagi per zona untuk meningkatkan kualitas. 

KAYUAGUNG - Merealisasikan program Membangun OKI dari Desa secara merata tak bisa dilakukan serentak dalam waktu setahun anggaran karena luasnya wilayah serta keterbatasan biaya pembangunan.

Sebagai bupati yang memahami betul prinsip ekonomi, Iskandar SE dibantu aparatur pemerintahannya dituntut pandai mengelola anggaran agar penggunaannya tepat sasaran dan bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat di 18 kecamatan yang ada di OKI.

Menerapkan strategi berupa pembangunan dilakukan berdasarkan zona, sangatlah tepat.

Selain bisa dirasakan seluruh rakyat OKI, hasil pembangunannya akan berkualitas karena dikerjakan fokus pada zona tertentu.

“Membangun OKI dari desa mungkin belum terlihat karena kami tidak membangun gedung-gedung mewah atau kantor-kantor bertingkat di pusat kota. Yang kami lakukan, bagaimana masyarakat yang tinggal di pelosok dan pesisir merasakan adanya pemerintah,” ungkap Bupati OKI, Iskandar, SE

Iskandar mengevaluasi, jika pembangunan diterapkan secara serentak di 18 kecamatan maka hasilnya tidak merata.

“Uang satu milyar kalau di bagi rata maka tidak akan dapat apa-apa, namun jika 1 milyar itu kita fokuskan di satu wilayah dulu, secara bergantian maka hasilnya akan terlihat,” pungkasnya.

Tahun 2015, pembangunan OKI diprioritaskan ke wilayah Pantai Timur OKI yang meliputi 5 kecamatan, yakni Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, Air Sugihan, Cengal dan Sungai Menang.

Hasilnya pun terlihat, di Bidang pertanian, Produksi Padi OKI tahun 2015 mencapai 567,999 ton atau meningkat hingga 12,79 persen.

Produktivitas padi ini menjadikan OKI sebagai 5 besar penopang cadangan pangan nasional.

Produksi padi akan terus meningkat karena pada tahun 2016 mendapat tambahan lahan baru seluas 11.000 Ha dan pemanfaatan lahan-lahan terlantar serta pengembalian lahan-lahan alifungsi mencapai seluas 8.255 Ha.

Saat ini sedang dibangun irigasi teknis oleh Balai Besar Sungai Nasional dengan target pengairan pada lahan tadah hujan seluas 3.500 Ha.

Di bidang Infrastuktur, Tahun 2013 tercatat sepanjang 678,57 km jalan di Ogan Komering Ilir dalam keadaan rusak.

Seperti jalan Kayuagung-Sepucuk-Pedamaran Timur yang memutus akses empat Kecamatan: Pedamaran Timur, Sungai Menang, Cengal, Mesuji.

Demikian dengan jalan Kayuagung-Kijang-Terusan Menang (SP. Padang) yang seharusnya menjadi penyangga jalan lintas timur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved