5 Cara Bantu Tubuh Melawan Peradangan
Bagaimana cara terbaik mencegah peradangan? Dengan berolahraga, demikian menurut Scandinavian Journal of Medicine & Science In Sports. Peneliti menem
SRIPOKU.COM - Bagaimana cara terbaik mencegah peradangan? Dengan berolahraga, demikian menurut Scandinavian Journal of Medicine & Science In Sports.
Berita Lainnya: Pemakaian Sinar Laser pada Kulit Sebabkan Peradangan
Peneliti menemukan, orang dewasa yang aktif secara fisik memiliki CRP atau C-reactive protein 33 persen lebih rendah dibanding mereka yang inaktif. CRP adalah penanda level inflamasi yang dikenal sebagai penanda risiko penyakit kardiovaskular.
Selain olahraga, apalagi yang bisa kita lakukan untuk melawan peradangan? Coba lima cara yang sudah terbukti secara sains di bawah ini.
1. Penuhi piring Anda dengan sayur dan buah segar.
Sayur dan buah mengandyng banyak fitonutrien atau antioksidan tumbuhan yang berfungsi sebagai antiperadangan.
Contohnya, secangkir stroberi segar mengandung 150 persen jumlah vitamin C yang dibutuhkan tubuh tiap hari. Vitamin C di dalam tubuh bertindak sebagai stimulan sel darah putih dalam memerangi penyakit.
2. Batasi konsumsi gula.
"Gula dapat mengganggu kerja kelenjar adrenalin dan kemampuan tubuh melawan stres," kata ahli gizi Yuri Elkaim, MD.
"Saat kita stres, hormon kortisol naik. Kortisol adalah salah satu hormon yang membantu meregulasi inflamasi di dalam tubuh," jelas Aditi Nerurkar, MD, seorang dokter pengobatan integratif di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston.
3. Hati-hati memilih obat.
Aspirin adalah obat anti-inflamasi. Mengonsumsinya sekali, satu butir dalam sehari dapat mencegah pembekuan darah, menurut Nick Kardaras, MD, direktur klinis Dunes East Hampton di New York.
Namun demikian, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter mengenai penggunaan jenis obat statin ini karena penggunaannya yang serampangan bisa menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan.
Keuntungan lain penggunaan statin adalah mengurangi level inflamasi dan dengan demikian mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, kata Yasmine Subhi Ali, MD, asisten profesor bidang kedokteran Vanderbilt University School of Medicine.
4. Meditasi.
"Kehidupan kita sehari-hari penuh dengan stres dan tekanan, meski kita tidak selalu menyadarinya. Riset menunjukkan bahwa stres kronis berkaitan erat dengan CRP dan sistem imun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/minum-obat_20160218_115552.jpg)