Tawuran Warga 9 dan 13 Ilir Palembang

Polisi Kantongi Pelaku Tawuran 9 dan 13 Ilir Palembang

"Untuk mengantisipasi aksi serupa, kita meningkatkan patroli di lokasi yang rawan bentrok tersebut," ungkapnya, Senin (25/1).

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Suasana di sekitar Jembatan Gledek 9 Ilir (Perbatasan antara 9 Ilir dan 13 Ilir), Senin (25/1) sore yang merupakan tempat terjadinya aksi tawuran hingga mengakibatkan setidaknya enam orang mengalami luka tembak. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG ---  Pihak kepolisian baik dari Polsekta Ilir Timur (IT) II dan Polresta Palembang terus melakukan penyelidikan, terhadap aksi tawuran antar kelompok warga 9 Ilir dan 13 Ilir Palembang yang pecah di Jalan Segaran tepat di Jembatan Geledek 9 Ilir, Minggu (24/1) kemarin.

Kapolsekta IT II Palembang, Kompol Afria Jaya mengatakan, peristiwa tersebut sepenuhnya telah diambil alih dan ditangani Polresta Palembang. Namun, pihaknya tetap turun tangan dan tak tinggal diam begitu saja.

"Untuk mengantisipasi aksi serupa, kita tetap melakukan antisipasi dengan meningkatkan patroli di lokasi yang rawan bentrok tersebut," ungkapnya, Senin (25/1).

Selain itu, dikatakan Afria, pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan Camat IT I dan IT II Palembang, lurah 9 Ilir dan 13 Ilir Palembang, serta ketua RT setempat.

"Kita juga akan adakan pertemuan berasama seluruh pihak terkait untuk membahas permasalahan yang sudah sering terjadi ini," terangnya.

Saat disinggung mengenai sudah adakah titik terang terkait adanya pelaku tawuran yang dipersenjatai dengan snapan angin serta senjata api rakitan (Senpira), Afria mengatakan, sejauh ini penyelidikan tersebut sepenuhnya tengah ditangani Polresta Palembang sehingga ia tak berkompeten untuk menyampaikannya.

"Sebenarnya, saya tidak berhak untuk ngomong banyak masalah ini. Karena memang sudah ditangani Polresta jadi baiknya langsung ditanyakan ke sana (Polresta-red)," jelasnya.

Ia menyampaikan sedikit bocoran, untuk pelaku yang dipersenjatai Senpira sudah sedikit banyak ditemukan adanya titik terang siapa orangnya.

"Ada rekamannya dan pelakunya juga terlihat jelas. Sehingga tinggal menunggu saja untuk diamankan," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede saat dikonfirmasi melalui ponselnya terkait perkembangan peristiwa tersebut tak memberikan jawaban meskipun juga telah dikirim pesan pendek alias short massage service (SMS).

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Syaiful Zachri, terkait adanya peristiwa tersebut berjanji akan menindak tegas untuk para warga yang memiliki Senpi dan Sajam yang terlibat bentrok di lokasi kejadian.

"Kita terus melakukan penyelidikan dan mencari barang bukti, apabila ditemukan senpi, baik itu senapan angin dan sajam yang dipergunakan saat tawuran terjadi, maka warga yang bersangkutan akan kita tindak," ungkapnya.

Bahkan, Syaiful juga sangat menyayangkan terjadinya aksi tawuran tersebut. Untuk itu, ia pun menghimbau kepada semua orangtua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak melakukan tawuran.

"Selain itu patroli dan razia kita tingkatkan di lokasi kejadian yang menjadi tempat tawuran untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tawuran kembali," terangnya.

Camat IT I Palembang, Agus Rizal mengatakan, pihaknya akan kembali memanggil lurah maupun ketua RT setempat agar aksi tawuran tak kembali terlulang.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved