Jembatan Penyeberangan Ini tidak Dimanfaatkan
Hampir 10 tahun jembatan penyeberangan di Jalan Lintas Palembang-Prabumulih Km 35 Indralaya Ogan Ilir ini tidak dimanfaatkan.
Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM,INDERALAYA— Jembatan penyebarangan di Jalinsum Inderalaya-Prabumulih, tepatnya di Km 35 Inderalaya, hingga saat ini tidak dimanfaatkan lagi, baik oleh warga setempat maupun kalangan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Inderalaya .
Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (6/1), baik pada pagi, siang hingga menjelang sore hari, tidak ada satu pun, warga masyarakat sekitar maupun kalangan para mahasiswa Unsri yang memanfaatkan megahnya jembatan penyebarangan yang dibangun pada masa Gubernur Sumsel Syahrial Oesman tersebut.
Daus (30), warga sekitar menuturkan , sejak mulai berdirinya jembatan penyebarangan itu, awalnya sempat digunakan oleh kalangan mahasiswa Unsri Inderalaya yang hendak memanfaatkan jasa angkutan kereta api dari kampus Unsri hendak menuju ke stasiun Inderalaya.
Namun, lanjutnya, entah mengapa? Hingga saat ini, sudah sangat jarang sekali terlihat para mahasiswa menggunakan jasa angkutan kereta api dari Inderalaya hendak menuju ke stasiun kertapati Palembang.
“Sudah sangat jarang sekali terlihat mahasiswa memanfaatkan jembatan penyebarangan ini, yang hendak menuju ke Palembang dengan memanfaatkan jasa angkutan kereta api. Apalagi warga setempat,” ujarnya, Rabu (6/1).
Diketahui, berdasarkan pengamatan di lokasi. Kendati, sudah tidak banyak lagi warga dan mahasiswa memanfaatkan jembatan penyeberangan tersebut. Namun, terlihat baik dari kondisi jembatan penyeberangan maupun kondisi stasiun Inderalaya masih nampak megah.
Dari keterangan beberapa mahasiswa Unsri Inderalaya yang berdomisili di Palembang menuturkan, dari sisi ongkos biaya lebih efisien memanfaatkan angkutan bus Trans Musi ketimbang menggunakan jasa angkutan kereta api. Karena, kalau naik bus Trans Musi tentu saja perjalanan langsung menuju ke Palembang.
“Sedangkan, kalau naik kereta api, mesti harus turun di stasiun kertapati Palembang. Dan sampai ke rumah, mesti harus naik angkot lagi,” papar Andoko, mahasiswa fakultas hukum.
