Harga Emas di OKI Naik Tajam, Toko Malah Sepi Pembeli

Harga emas di wilayah Kabupaten OKI, Sumsel pada Rabu (21/1/2026) terpantau melonjak tajam.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Angga
EMAS NAIK - Perhiasan di toko Emas Barokah kawasan Pasar 16 ilir Palembang dijual Rp 14 juta per suku, pada Senin (19/1/2026). Di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Sumsel harga emas naik tajam. 
Ringkasan Berita:
  • Harga emas di wilayah Kabupaten OKI, Sumsel pada Rabu (21/1/2026) terpantau melonjak tajam.
  • Menurut seorang pegawai toko emas di Kecamatan Kayuagung, harga emas tercatat mencapai Rp 15.000.000 per suku (berat 6,7 gram).
  • Namun, angka penjualan diklaim merosot tajam.

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Harga emas di wilayah Kabupaten OKI, Sumsel pada Rabu (21/1/2026) terpantau melonjak tajam.

Hasan, seorang  pegawai di toko emas di Kecamatan Kayuagung, mengatakan kenaikan harga ini terjadi cukup drastis dalam waktu singkat.

"Hari ini harga emas tercatat mencapai Rp 15.000.000 per suku (berat 6,7 gram). Harga ini naik signifikan dibandingkan awal tahun 2026 yang hanya Rp 13.000.000 per suku," ujar Hasan saat ditemui pada Rabu (21/1/2026) siang.

Tingginya harga emas ini ternyata menjadi buah simalakama bagi para pedagang. 

Baca juga: Detik-detik Tanah Kubur Penambang Emas Ilegal di Jambi, Delapan Orang Meninggal

Bukannya untung besar, kenaikan harga yang terlalu tinggi justru membuat minat beli masyarakat menurun drastis.

"Biasanya kalau harga masih stabil sehari bisa laku hingga 10 suku, tetapi sejak harga melonjak. Hanya sekitar 5 suku saja yang terjual," keluhnya.

Hasan mengakui bahwa suasana di tokonya kini cenderung lebih sepi dari biasanya. 

Konsumen cenderung menahan diri membeli perhiasan baru dan lebih memilih menunggu harga kembali stabil.

"Penjualan cenderung lebih sepi dari biasanya. Warga sepertinya lebih banyak yang memantau harga dulu atau mungkin fokus ke kebutuhan pokok lainnya karena harganya yang memang sedang sangat tinggi," tambahnya.

Dengan kenaikkan harga yang terus menerus ini, Hasan menyebut untuk harga buyback (beli kembali) juga mengalami perbedaan cukup jauh.

"Kalau biasanya selisih harga jual hanya Rp 200.000 persuku. Saat ini kami menerima pengunjung yang hendak menjual selisih Rp 600.000 dari harga jual sekarang. Atau diterima Rp 14.400.000 persuku," ungkapnya.

Meskipun fluktuasi harga emas dipengaruhi oleh pasar global, dampaknya sangat terasa di tingkat daerah seperti di Kecamatan Kayuagung.

"Sepertinya harga pengaruh dari kebijakan dunia dan memang yang belakangan kerap terjadi konflik. Maka harga emas terdorong naik," 

"Saya juga memprediksi menjelang bulan Ramadhan, kemungkinan harga akan terus meningkat tajam," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved