Ini Orang-orang yang Didoakan Malaikat Pemikul ‘Arsy Agar Masuk Surga
Barangsiapa di waktu pagi berniat untuk membela orang yang teraniaya dan memenuhi kebutuhan seorang muslim, baginya ganjaran seperti ganjaran haji
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
“Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kamu yang paling baik karyanya.” (QS 67:2).
Ada amal saleh yang memberi manfaat secara individual seperti salat malam, berzikir dan hal-hal lain yang berkaitan dengan ibadah. Ada amal saleh yang selain bermanfaat bagi pelakunya juga bermanfaat bagi orag lain. Ini adalah amal kemasyarakatan seperti membebaskan orang-orang dari kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan. Kita menyebut amal sosial ini dengan istilah “membangun.
Menurut Islam, amal sosial ini dinilai lebih tinggi daripada amal-amal individual. Karya-karya kita di te ngah masyarakat diberi ganjaran yang lebih besar daripada karya-karya yang hanya menguntungkan diri sendiri.
Ketika Rasulullah SAW ditanya, “Amal apa yang paling utama?” Nabi yang mulia menjawab, “Seutama-utama amal ialah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman, yaitu melepaskannya dari rasa lapar, membebaskannya dari ksulitan, dan membayarkan ‘utang-utangnya’.” (HR Ibnu Hajar Al-Asqalani).
Pada riwayat lain, Nabi SAW bersabda: “Tidak ada kebajikan yang lebih utama setelah iman, selain mendatangkan manfaat bagi orang lain; dan tidak ada kejelekan yang lebih jahat setelah musyrik, selain mendatangkan kesengsaraan pada orang lain.”
Sebagai pelengkap, berikut disertakan hadist-hadist yang lain tentang amal saleh:
a. “Barangsiapa di waktu pagi berniat untuk membela orang yang teraniaya dan memenuhi kebutuhan seorang muslim, baginya ganjaran seperti ganjaran haji mabrur.”
b. “Hamba yang paling dicintai Allah ialah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
c. “Barangsiapa berjalan untuk memenuhi keperluan saudaranya pada satu saat di siang hari atau malam hari, baik ia berhasil memenuhinya atau tidak berhasil, itu lebih baik baginya daripada I’tikaf dua bulan.”
d. Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari kesusahannya atau menolong orang yang teraniaya, Allah SWT akan memberikan kepadanya tujuh puluh tiga ampunan.”
Ringkasnya, Rasulullah SAW mendengar gemuruh doa para malaikat yang memikul ‘Arsy. Kita tidak mendengarnya.
Tetapi melalui Alquran kita mengethui bahwa saat ini pun mreka bertasbih dan berdoa untuk orang yang bertakwa; untuk orang yang meyakini Allah, Rasul-Nya, dan kiab-Nya, serta mengisi hidunya dengan amal yang bermafaat; untuk mereka yang menemukan makna hidup dalam penyerahan diri kepada Allah, dan kebajikan pada sesama manusia; untuk mereka yang melebarkan salatnya dari masjid ke rumah, ke kantor, ke kota, ke seluruh negeri, bahkan ke seluruh dunia; dan untuk mereka yang memilih hidup guna membangun jiwa dan raga orang lain.
(Sumber : Renungan-renungan Sufistik oleh Jalaluddin Rakhmat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/surga_20150810_204721.jpg)