Ini Orang-orang yang Didoakan Malaikat Pemikul ‘Arsy Agar Masuk Surga

Barangsiapa di waktu pagi berniat untuk membela orang yang teraniaya dan memenuhi kebutuhan seorang muslim, baginya ganjaran seperti ganjaran haji

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
ist
ilustrasi 

Mereka bukan orang yang tidak pernah bersalah, tetapi orang yang menyadari kesalahan dan memperbaikinya.

Mereka pernah berbuat maksiat dan menyesali maksiatnya serta menebusnya dengan ibadah.

Mereka pernah tersesat tetapi kemudian melhat cahaya hidayah dan mengubah jalan hidupnya sesuai dengan syariat.

B. Mereka mengisi hidupnya dengan iman dan aimal saleh, lalu keluarganya mengikuti mereka dengan iman dan amal saleh pula.

Alquranulkarim menceritakan orang-orang yang di Hari Akherat dihimpunkan Allah SWT beserta isteri-isteri mereka dan keturunan mereka.

Dalam Surah Al-Zukhruf ayat 70, Allah SWT berfirman kepada mereka yang akan masuk ke surga, “Masuklah ke surga beserta isteri kamu untuk digembirakan.” Dalam Surah Al-Ra’d ayat 23, Allah SWT berfirman, “Surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama mereka yang saleh di antara orang-orangtua mereka, isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka.”

Abdullah bin Abbas, dalam hadist yang dikeluarkan At-Thabrani dan Ibn Mardawaih, meriwayatkan sabda Rasulullah SW, “Ketika seseorang masuk ke surga, ia menanyakan orang-tua, isteri dan anak-anaknya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Mereka tidak mencapai derajat amalmu.’ Ia ber kata, ‘Ya Rabbi, aku beramal bagiku dan bagi mereka.’ Lalu Allah SWT memerintahkan untuk menyusulkan keluarganya ke surga itu. . “Setelah itu Ibnu Abbas membaca Surah Al-Thur ayat 21, “Dan orang-orang yang beriman, lalu anak cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, ka mi susulkan keturunan mereka pada mereka, dan Kami tidak mengurangi amal mereka sedikit pun.”

Mungkin ada orang yang bertanya, bukankah pada Hari Akherat “orang berpisah dari saudaranya, ibu dan ayahnya, isteri dan anak-anaknya.” (QS 80:33-36)? Bukankah pada Hari Kiamat “tidak ada jual-beli, tidak ada persahabatan, dan tidak ada pertolongan” (Q 2:254)? Bukankah setiap orang akan “diberi balasan sesuai dengan apa yang ia kerjakan” (QS 53:39)? Mana mungkin Allah SWT menghimpunkan orang dengan seluruh keluarganya di surga ‘Adn, padahal tingkat amalnya berlainan?

Dalam Surah Az-Zukhruf ayat 67 disebutkan bahwa “pada hari itu sahabat-sahabat menjadi musuh satu sama lain kecuali orang-orang yang takwa.” Seluruh persahabatan, seluruh ikatan kekeluargaan, seluruh tali persaudaraan akan putus, kecuali di kalangan orang-orang yang takwa.

Betul, di Hari Akherat isteri berpisah dari suaminya, anak dari orangtuanya, pemimpin dari anak buahnya, kawan dari sahabatnya.

Tetapi ini hanya berlaku bagi orang kafir, orang durhaka, atau orang yang tidak mengisi hidupnya dengan iman dan amal saleh. Hal ini tidak berlaku bagi orang yang bertakwa.

Karena itu, bila orang lain mengatakan, “hanya maut yang memisahkan kita”, suami-isteri yang bertakwa akan berkata, “Bahkan maut pun tidak akan sanggup memisahkan kita.” Allah SWT berfirman, “Masuklah kamu beserta isteri-isteri kamu….” (QS 43:70).

Bila orang berduka karena ditinggal wafat oleh orang yang dicintainya, seorang Muslim masih menyimpan harapan, karena kelak di Hari Akherat, Allah SWT akan menghimpun mereka kembali. Syarat untuk itu hanya satu: takwa.

Takwa ditampakkan dalam iman dan amal saleh. Keluarga, himpunan, kumpulan, golongan yang diikat oleh ikatan iman dan amal saleh tidak akan berpisah sampai Hari Akhir sekalipun.

Iman sudah kita ketahui bersama, tetapi apa yang disebut saleh? Amal saleh, menurut arti katanya, ialah karya yang baik, karya yang mendatangkan manfaat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved