Pilkada PALI

Dua Relawan Serasi Babak Belur Dihajar Warga

Warga curiga karena melihat di dalam mobil ada sembako yang diperkirakan untuk dibagi-bagikan ke masyarakat pemilih.

SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Kapolres Muaraenim, AKBP Nuryanto 

SRIPOKU.COM, PALI - Diduga membagi-bagikan sembako dan amplop pada masa tenang Pilkada PALI, dua relawan Serasi yakni Ros dan Har, babak belur dikeroyok warga di Desa Tanah Abang Selatan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Senin (7/12/2015).

Dari informasi yang berhasil dihimpun Selasa (8/12), bahwa kejadian pemukulan tersebut berawal ketika kedua korban yang merupakan tim relawan Serasi dengan menggunakan kendaraan jenis Kijang BG 1536 QN, berkeliling Kabupaten PALI untuk memantau kesiapan posko HAFAL, sembari membawa akomodasi.

Ketika tiba di lokasi kejadian, warga curiga karena melihat di dalam mobil ada sembako yang diperkirakan untuk dibagi-bagikan ke masyarakat pemilih.

Melihat hal tersebut, warga pun secara spontan menghentikan laju kendaraan dan mengamankan kedua korban.

Bahkan kedua korban sempat menjadi bulan-bulanan hingga babak belur dipukul massa.

Dan untung kedua korban cepat diamankan di Mapolsek Tanah Abang, Kabupaten PALI, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kemudian aksi tersebut menyebar dan diketahui oleh salah seorang timses Paslon Bupati dan Wabup PALI lainnya.

Karena mengetahui jika sudah memasuki masa tenang, warga secara spontan menghentikan dan menangkap para pelaku.

Bahkan warga yang kesal, sempat memberikan bogem mentah kepada dua oknum tersebut yang belum diketahui identitasnya.

Dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya keduanya diamankan di Mapolsek Tanah Abang.

Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto Sik Msi, membenarnya adanya kejadian tersebut, dan dugaan dua oknum dari salah satu tim sukses yang ditangkap masyarakat, karena diduga menyebarkan sembako dan lain-lain.

“Keduanya sudah diamankan di Mapolsek Tanah Abang. Untuk bukti-bukti dugaan pelanggaran itu masih dihimpun,” jelas Kapolres.

Untuk dugaan pelanggaran itu, kata Kapolres, merupakan kewenangan pihak panwaslu dan penegakkan hukum terpadu (Gakumdu) untuk memproses kebenarannya.

Hanya saja, dalam kejadian itu juga ada laporan penganiayaan oleh oknum masyarakat kepada kedua pelaku yang tertangkap.

“Penganiayaan ini yang menjadi kewenangan kepolisian, sebab ada sajam. Untuk oknum yang melakukan penganiayaan masih dalam penyelidikan polisi,” ujar Nuryanto.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved