Warsih Diduga Alami Keterbelakangan Mental
Diduga karena keterbelakangan mental, Warsih (35) mengajak anaknya Satria (4) meninggalkan rumahnya.
Penulis: Awijaya | Editor: Tarso
SRIPOKU,COM, EMPATLAWANG -- Diduga karena keterbelakangan mental, Warsih (35) mengajak anaknya Satria (4) meninggalkan rumahnya yang berada di Lorongsawah Kelurahan Jayaloka Tebingtinggi dan menumpang di salah satu kebun warga.
Bukan karena alasan keterbatasan ekonomi semata, terkadang Warsih dan anaknya hanya makan sayuran untuk mengganjal lapar.
Belum diketahui jelas apa alasan Warsih memilih menyendiri di kebun, namun dari penjelasan Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Jayaloka, Abas dan pemilik kebun, Muhibah, bahwa ibu dua anak itu pekerjaanya hampir setiap hari menjual kayu bakar untuk mencukupi hidupnya.
Abas membantah, bahwa Warsih hanya menkonsumsi daun (sayuran, red) setiap hari. Karena dari hasil penjualan kayu bakar per dua keranjang kayu bakar saja sudah mendapat uang Rp 14 ribu. Disisi lain, bantuan beras miskin (Raskin) pun diberikan sebagai pendukung perekonomiannya.
"Tidak benar hanya makan daun, memang karena keterbelakangan mental dia lebih senang tinggal di kebun itu," jelas Abas.
Mendapat informasi, adanya warga tinggal di hutan dan hanya makan daun selama 4 tahun, Minggu (6/11), Plt Bupati, H Syahril Hanafiah, Ketua DPRD, H David Hadrianto, Sekda Burhansyah serta sejumlah SKPD terkait turun ke lokasi pondok ditempati Warsih.
Menempuh perjalanan sekitar 10 menit, tiba di lokasi sudah banyak bantuan mengalir untuk Warsih, termasuk dari jajaran Mapolres Empat Lawang.
Awalnya, Pemkab Empat Lawang akan membawa Warsih dan anaknya pulang ke rumahnya di Lorongsawah Kelurahan Jayaloka. Namun, karena khawatir nanti akan kembali ke kebun, maka diupayakan selama dua bulan kedepan Warsih dan anaknya ditempatkan di panti asuhan Yayasan Muhamadiyah di Jalan Lingkar Kota Tebing Tinggi.
Rencananya, di Yayasan tersebut Satria akan disekolahkan, sementara Warsih akan diupayakan pekerjaan agar bisa hidup layak.
"Mendapat informasi itu kita terkejut, karena memang selama ini belum ada laporan. Saat kita cek langsung, ternyata itu tidak benar," kata Kadinsosnakertrans Empat Lawang, Hasbullah.
Pemerintah Empat Lawang, tegas Hasbulah, akan menjamin kehidupan Warsih dan anaknya. Termasuk upaya memberi pendidikan dan sesuai kemampuan.
"Setelah di panti asuhan, bantuan akan kita salurkan terus menerus. Karena kalau dibantu materi saja, akan membahayakan kalau Warsih dan anaknya masih tinggal di kebun itu," jelas Hasbullah.
Wakil bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah memastikan, pemkab Empat Lawang konsisten membantu masyarakat dibawah garis kemiskinan. Tak hanya Warsih, termasuk orang-orang terlantar.
Syahril mengatakan setelah di cek ternyata ada alasan lain dibalik kenapa Warsih tinggal di kebun. Ternyata, dia (Warsih) diduga mengalami keterbelakangan mental. Makanya, dalam mengupayakan solusi, bukan hanya memberi bantuan langsung, Pemkab Empatlawang ingin agar kedepan kehidupan Warsih dan anaknya jadi lebih baik dan kembali ke rumahnya di Jayaloka.
"Terutama anaknya, itu usia pendidikan dan harus diperhatikan betul. Anaknya sehat, tak mungkinlah kalau hanya makan daun. Kurang tepat itu," kata Syahril.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sekda-bantu-warsih_20151206_205354.jpg)