Oknum Satpam Perum Polygon Jadi Otak Pembobol Rumah Warga

KAmiludin malah menjadi otak sekaligus petunjuk jalan untuk membobol rumah di Perum Bukit Sejahtera (Polygon)Gandus.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kamiludin (tengah), Hermansyah (kanan) dan Bakri (kiri) ketiga tersangka sindikat pembobol Perum Polygon saat diamankan beserta barang bukti di Polsekta Gandus Palembang, Jumat (06/11). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Menjadi seorang satpam, menjaga dan mengamankan wilayah jagaannya sudah merupakan suatu kewajiban.

Namun, tidak demikian yang dilakukan Kamilidin (54), kakek empat orang cucu ini. Ia malah menjadi otak sekaligus petunjuk jalan untuk membobol rumah di Perum Bukit Sejahtera (Polygon) Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang yang merupakan tempatnya bekerja.

Bahkan irnonisnya, warga Jalan Kadir TKR Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang itu tak hanya melakukannya satu kali, melainkan telah sebanyak empat kali menjadi otak serta petunjuk jalan yang dilakukannya sejak bulan Juni hingga Oktober 2015.

Dan untuk menyukseskan aksinya, kakek yang telah bekerja selama dua tahun di Perum Polygon itu juga mengajak bersekongkol dengan seorang Satpam sesama rekannya bekerja, Rio yang telah berhasil diamankan pihak kepolisian lantaran terlibat kasus yang berbeda.

Selain itu, dalam menjalankan aksinya tersangka Kamiludin juga mengajak dua orang rekannya dari luar, Hermansyah (29) dan Bakri (30) yang bertugas untuk mengeksekusi rumah yang sudah digambar tersangka Kamiludin.

"Jadi saya yang menggambar termasuk situasi keadaan rumah yang akan dieksekusi. Setelah semua aman, saya kemudian memberitahu Herman," jelasnya saat ditemui di Polsekta Gandus Palembang, Jumat (06/11).

Dikatakan tersangka Kamiludin, ia nekat melakukan aksi tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi setelah gajihnya bekerja menjadi satpam Rp 1,6 juta per bulan tak menyukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Setiap Herman beraksi itu, saya hanya dikasih Rp 200 ribu dan itupun yang terakhir kemarin saya tak dikasih karena uanggnya dimakan rekan saya, Rio yang telah tertangkap terlebih dahulu dalam kasus berbeda," terangnya.

Sementara itu, menurut keterangan Hermansyah warga Jalan Waringin RT 03/18 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, aksi itu ia lakukan setelah mendapat informasi dari tersangka Kamiludin.

Mendapat informasi itu, ia pun langsung beraksi termasuk satu kali diantaranya ia lakukan bersama rekannya, Bakri.

"Jadi Kamiludin mengabari ada lokak, setelah mendapat kabar itu sayapun langsung menyetujuinya," jelasnya.

Setidaknya, dikatakan tersangka bapak satu orang anak ini, ia telah melakukan aksi pembobolan rumah di Perum Polygon sebanyak empat kali yang dilakukannya sejak bulan Juni hingga terakhir Oktober lalu.

"Setiap beraksi itu, pas Kamiludin dan Rio tengah berjaga jadi selalu aman," terangnya.

Masih dikatakan tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las ini, dalam menjalankan aksinya, biasanya ia selalu menggunakan peralatan berupa linggis dan obeng yang digunakan untuk membobol pintu maupun jendela rumah yang akan dieksekusinya.

"Yang saya ambil itu biasanya televisi dan barang-barang berharaga lainnya yang bisa untuk dijual. Dan biasanya, saya menjualnya di Pasar Cinde Palembang," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved