BKSDA Duga Ternak Warga di Banding Agung Diserang Beruang

Sepintas bentuk cakaran beruang dan harimau tidak begitu berbeda. Namun bisa dibedakan dari kedalaman luka cakarannya.

BKSDA Duga Ternak Warga di Banding Agung Diserang Beruang
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait adanya ternak warga di Kabupaten OKU Selatan yang ditemukan mati mendadak dengan kondisi luka bekas cakaran, bisa dipastikan akibat serangan binatang buas. Namun jenis binatang buas yang menyerang hewan ternak itu belum bisa dipastikan jenisnya, karena perlu ada analis dari bukti bekas luka dari ternak yang mati.

"Kawasan Kabupaten OKU Selatan itu dekat dengan Bukit Barisan. Kita ketahui kawasan Bukit Barisan itu habitatnya binatang buas seperti beruang dan harimau," ujar Andre, Kepala Resort BKSDA Kota Palembang, ketika dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (4/11/2015).

Perihal kasus puluhan ternak warga yang diserang binatang buas dengan kondisi bekas cakaran sekujur tubuh ternak, Andre mengatakan, bekas cakaran serang binatang buas itu perlu diamati. Sepintas bentuk cakaran beruang dan harimau tidak begitu berbeda. Namun bisa dibedakan dari kedalaman luka cakarannya.

"Kalau cakaran beruang itu bentuknya cakarannya agak renggang dan lukanya lebih dalam. Karena beruang mencabik dan kukunya agak renggan. Sedangkan bentuk cakaran harimau itu sedikit rapat. Namun cakaran kedua binatang buas ini bisa langsung mematikan. Tapi untuk kasus di OKU Selatan ini bisa dipastikan akibat serangan beruang, karena kawasan Bukit Barisan masih banyak terdapat beruang dibandingkan harimau," ujarnya.

Ditanyai apa penyebab atau faktor binatang buas bisa masuk ke pemukiman warga dan menyerang hewan ternak, Andre mengatakan, binatang buas berkeliaran hingga masuk ke pemukiman warga, bisa dipastikan karena adanya gangguan di habitatnya.

"Untuk musim saat ini, binatang buas keluar dari habitatnya bisa saja dampak dari kebakaran hutan. Namun faktor utama binatang buas seperti beruang dan harimau keluar dari habitannya kondisi saat ini karena faktor kekeringan. Sehingga binatang buas keluar dari habitatnya untuk mencari sumber air hingga sampai ke area pemukiman warga," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved