Hujan 20 Menit Guyur Prabumulih

Setelah beberapa menit hujan rintik, sekitar pukul 16.11 sebagian wilayah Prabumulih diguyur hujan.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Seorang warga Prabumulih menggunakan payung melindungi diri dari hujan lebat yang mengguyur Prabumulih, Selasa (27/10/2015) sekitar pukul 16.11 WIB 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Setelah hampir selama enam bulan kemarau melanda, akhirnya hujan mengguyur sebagian wilayah Kota Prabumulih, Selasa (27/10/2015) sekitar pukul 16.11 WIB.

Pantauan di lapangan, langit kota Prabumulih sebelum hujan turun sedikit mendung. Selanjutnya sekitar pukul 16.00 diguyur hujan rintik.

Setelah beberapa menit hujan rintik, sekitar pukul 16.11 sebagian wilayah Prabumulih diguyur hujan.

Meski hujan berlangsung hanya sekitar 20 menit dan cukup deras, namun warga Prabumulih yang telah lama menanti hujan tampak tak henti-henti mengucap syukur atas turunnya hujan.

Tidak hanya itu, beberapa anak Sekolah Dasar Negeri 39 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih timur yang masuk sekolah sore berhamburan keluar sekolah menyambut turunnya air hujan.

Anak-anak bahkan rela bermandi hujan.

Selain itu, tampak beberapa ibu rumah tangga sengaja mengeluarkan ember dan wajan untuk menampung air hujan yang sangat langka tersebut.

"Alhamdulilah setelah lama ternyata hujan juga Prabumulih, semoga sampai sore," harap Doni (35), satu diantara warga Kelurahan Gunung Ibul ketika hujan berlangsung.

Doni mengatakan, setelah selama lima bulan kemarau melanda, pihaknya berharap hujan kali ini merupakan awal masuknya musim hujan yang pada akhirnya membuat masyarakat tidak kesulitan air bersih.

"Sekarang ini sudah banyak sumur kering, harapan kita dengan hujan ini musim kemarau berakhir dan sumur masyarakat ada isinya," katanya.

Hal yang sama disampaikan Ani (30), ibu rumah tangga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara.

Ani mengharapkan hujan terus berlangsung, sehingga kebutuhan warga akan air bersih akan teratasi.

"Semua menyambut antusias hujan ini, bahkan banyak pengendara, anak-anak rela hujan guna merasakan air hujan yang telah lama dinanti-nanti," katanya. (eds/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved