Sosok Makhluk Misterius Ini akan Muncul Saat Kiamat Sudah Dekat
Sampai nanti suatu saat, ketika kiamat telah dekat, Alien-alien itu akan berhasil merontokkan tembok dan mereka bercampur baur dengan manusia bumi
Penulis: Aminudin | Editor: Darwin Sepriansyah
Pada tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa.
Persis seperti bunyi surah Al-Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu. Apapun keberadaan dinding penutup itu, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia.
Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam dan Rusia, terletak di Republik Georgia.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Bilah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qurnain untuk memenjarakan Ya’juj Ma’juj terbuka.
ANAK ITU DIPAKSA MEMILIH CARA UNTUKNYA MATI, APAKAH AKAN DITUSUK ATAU DILEMPAR DARI ATAS JEMBATAN, DAN INI DIA...
Posted by Sriwijaya Post on 16 Oktober 2015
Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Sallam ditemani 50 orang.
Penelitian itu menelan biaya besar, lebih kurang senilai 5.000 dinar. Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia dia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia.
Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan. Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj Ma’juj.
Selama 27 hari Sallam mengarungi puing-puing di daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak.
Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Sallam kemudin pergi menuju pegunungan Ya’juj Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungn yang terpisah lembah.
Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah itu ditutupi tembok berpintu besi sekitar 50 meter. Penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu 3 kali dalam sehari.
PELAJARAN PENTING BAGI PARA ORANG TUA!!! BEGINI DAMPAK BURUK JIKA ANAK 'BEBAS' NONTON FILM DEWASA>>>>>>>>...
Posted by Sriwijaya Post on 16 Oktober 2015
Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj Ma’juj.
Ya’juj Ma’juj sendiri, menurut penuturan Syarif l-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu dan membunuh suku-suku yang lain.
Mereka pembuat onar dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Mecedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-yajuj-majuj_20151020_191153.jpg)