Usai Santap Malam, Ratusan Jamaah Haji Palembang Mencret-mencret
Jamaah haji asal Lubuklinggau ini mengaku lima kali keluar masuk kamar kecil karena perutnya mules setelah menyantap hidangan makan malam.
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Separuh jamaah haji yang tergabung Kelompok Terbang (Kloter) II Debarkasi Palembang harus mendapatkan perawatan seusai menyantap makan malam di Jeddah karena terkena diare.
Enam jam sebelum keberangkatan para jamaah diberikan makan malam oleh panitia yang ada di Jeddah.
Lauk daging yang diduga sudah tidak sehat menyebabkan ratusan jamaah mencret beberapa kali seusai menyantap hidangan tersebut.
Boby misalnya. Jamaah haji asal Lubuklinggau ini mengaku lima kali keluar masuk kamar kecil karena perutnya mules setelah menyantap hidangan makan malam.
"Mencret-mencret semua hampir separuh jamaah haji antre ke kamar kecil," ujar Boby, Selasa (6/10/2015) saat ditemui.
Menurut dia, daging yang merupakan lauk utama pada menu makan malam saat itu menjadi penyebab ratusan jemaah haji terkena diare. "Dagingnya sudah ada jamur," katanya.
Ia terpaksa meminta obat untuk meredam diare yang dialaminya supaya bisa melakukan perjalanan pulang tanpa gangguan.
Sahruruddin jamaah haji asal Lubuklinggau lainnya, juga merasakan hal yang serupa.
Terkena diare saat seusai makan malam di Jeddah.
"Bukan hanya saya, tapi banyak jamaah diare mules akibat makanan tersebut," katanya.
Ia hanya menghubungi dokter pendamping untuk diminta diperiksa supaya diare yang ia derita cepat sembuh.
"Bolak balik tidak bisa dihitung pergi ke kamer kecil," katanya.
Adanya ratusan jamaah haji yang terkena diare membuat panitia debarkasi Palembang akan mengecek kebenaran info tersebut.
Apakah benar faktor diare yang dialami jamaah karena makanan yang ada di Jeddah.
Kalau memang benar tentunya pihaknya akan melayangkan protes terhadap panitia yang ada disana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dua-jamaah-haji-kloter-ii-sujud-syukur_20151007_103144.jpg)