Padamkan Api di Kebun Karet, Yahya Ditemukan Tewas Terbakar
Para warga pun sibuk untuk melakukan pemadaman di masing masing kebunnya termasuk, Yahya (52) djuga seorang diri berupaya memadamkan api.
SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyuasin merenggut korban jiwa.
Seorang warga yang tengah berupaya memadamkan api di kebun karetnya, Yahya (52), warga Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh, ditemukan warga terbakar di tengah korbaran api yang telah menghanguskan sebagian besar kebun, Minggu (4/10/2015) sekitar pukul 15.00 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu bermula saat sejumlah warga Desa Lubuk Lancang mendapati informasi kebakaran yang melanda kebun karet warga yang berjarak sekitar 1,5 dari kediman mereka.
Para warga yang memiliki kebun karet pun berduyun duyun untuk mendatangi kebunnya dengan menggunakan sepeda motor untuk melakukan pemadaman kebakarat tersebut.
Setibanya dilokasi, kebakaran yang terjadi di kebun mereka terlihat telah meluas dan membakar sejumlah kebun warga yang berdekatan satu sama lainnya. Melihat kondisi tersebut, sontak warga berlarian melakukan pemadaman api yang telah membesar membakar semak semak dan sebagian telah menghanguskan batang karet milik warga.
Para warga pun sibuk untuk melakukan pemadaman di masing masing kebunnya termasuk, Yahya (52) djuga seorang diri berupaya memadamkan api yang telah mulai membesar di kebunnya. Naas pria yang telah berusia setengah abad lebih itu diduga pingsan karena mengirup asap kebakaran sehingga langsung turut terbakar bersama semak belukar dan sebagian besar pohon karetnya.
Kejadian tersebut disadari rekan rekannya, karena usai selesai melakukan pemadaman korban yang tidak terlihat keluar dari kebunnya sehingga upaya pencarian pun dilakukan. Saat melakukan pencarian dikebunnya, korban didapati dalam posisi tertelungkup dan tidak bernyawa setelah terbakar di tengah kebunnya sendiri.
“Kami panik melihat kobaran api yang telah membesar, sehingga masing masing sibuk melakukan pemadaman di kebun miliknya, termasuk korban yang memang seorang diri bergelut memadamkan api yang membakar kebunnya, hingga kami temukan korban telah meninggal dunia terbakar di kebunnya,” ungkap seorang warga Burhan (45).
Sementara Kades Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh, Rusdi Tamrin membenarkan adanya seorang warganya yang meninggal dunia saat mencoba memadamkan api yang membakar kebun karetnya. Jarak kebun yang cukup jauh membuat belasan warga termasuk korban, Yahya (52) segera berangkat untuk memadamkan api yang hingga peristiwa itu terjadi.
"Ada belasan warga kita yang secara bersamaan berangkat ke lokasi kebun setelah mendapatkan informasi kebakaran itu karena kebun mereka yang berdekatan, termasuk korban yang didapati telah meninggal dan sempat terbakar api yang melalap kebunnya sendiri,” ungkapnya.
Ia menegaskan jenazah korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga pada Senin (05/10/2015) di pemakaman desa.
Sementara itu, Kapolsek Betung, Iptu Burnani nampak kaget saat hendak dikonfirmasi terkait kejadian kebakaran yang telah merenggut korban tersebut. Dirinya menegaskan enggan dikonfirmasi melalui ponseknya terkait hal tersebut karena belum bertemu secara tatap muka.
“Kita belum pernah ketemu nanti saja di Polsek,” tegasnya dihubungi via ponselnya.
Kapolres Banyuasin, AKBP Julihan Muntaha melalui Kasat Rekrim Polres Banyuasin, AKP Agus Sunandar menegaskan belum dapat berkomentar banyak karena dirinya sama sekali belum mendapatkan laporan dari Kapolsek Betung.
“Belum ada laporan mas dari Polsek, kami akan segera tindak lanjuti,” ungkapnya singkat. (jon/TS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kebakaran_20150930_165205.jpg)