Dalam Semalam, Ayam Hingga Motor Raib Digondol Maling
Peristiwa pencurian yang menghebohkan warga Kelurahan Wonosari terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 02.00.
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Aksi pencurian di kota Prabumulih terus merajalela. Hanya dalam waktu semalam, sebanyak empat rumah bedeng di Jalan Bima Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, dibobol kawanan maling.
Empat bedeng tersebut yakni dua bedeng di Jalan Bima Gang Krisna masing-masing dihuni oleh Deni Rahadian (26) dan Wahyudi (34), sementara dua bedeng lainnya yang juga di Jalan Bima Gang Masjid Babunni'mah masing-masing milik Zainal (38) dan Dewi (35).
Di bedeng Deni Rahadian, para pencuri berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor Vario BG 6786 CQ, Handphone Blacberry Z10, Xiomi dan Samsung Duos serta surat penting lainnya, sementara di bedeng Wahyudi kawanan maling membawa kabur lima ayam. Sedangkan di bedeng Zainal dan Dewi, kawanan maling diperkirakan berjumlah empat orang itu berhasil menguras habis barang-barang seperti televisi, kipas angin, DVD, magiccom serta peralatan rumah lainnya.
Peristiwa pencurian yang menghebohkan warga Kelurahan Wonosari terjadi pada Minggu (4/10/2015) sekitar pukul 02.00.
Informasi berhasil dihimpun, pencurian empat bedeng dalam satu malam itu diketahui berawal ketika sekitar pukul 03.30 warga mendengar suara keok ayam milik Wahyudi yang terjadi terus-menerus.
Mendengar suara itu, warga yang tengah tertidur lelap tiba-tiba terbangun. Warga kemudian keluar rumah dan mendapati dua pemuda tengah menangkapi ayam di kandang milik Wahyudi, lalu tanpa pikir panjang warga kemudian meneriaki maling.
Mendapat teriakan dari warga, kawanan pencuri langsung kabur dengan membawa ayam hasil curian. Warga kemudian melakukan pengejaran, namun upaya sia-sia lantaran kawanan pelaku mengendarai sepeda motor.
Selanjutnya, Deni Rahadian yang baru terbangun setelah mendengar suara warga lalu hendak keluar melihat apa yang terjadi di bedeng sebelahnya.
Namun belum keluar rumah, pria beranak satu itu mendapati sepeda motor miliknya yang terparkir di ruang tamu rumah sudah tidak ada dan pintu sudah dalam keadaan terbuka. Tidak hanya itu, beberapa unit handphone milik Deni yang ada di kamar tidur telah hilang. Melihat itu, Deni panik lalu melihat ke luar rumah dan meminta tolong warga sekitar. Selanjutnya setelah melakukan pemeriksaan, jendela depan rumah telah dalam keadaan rusak diduga akibat kawanan maling.
Selanjutnya, warga yang masih berkumpul membicarakan pencurian dialami Wahyudi dan Deni, kembali mendapat kabar jika dua bedeng lain milik Zainal serta Dewi juga dibobol maling.
Warga lalu melaporkan peristiwa pencurian di empat bedeng dalam satu malam itu ke petugas kepolisian.
"Kami baru bangun ketika mendengar warga ramai di luar, namun saat hendak keluar rumah tiba-tiba melihat motor sudah tidak ada lagi. Lalu saya periksa ke kamar dan kunci motor serta handphone saya sudah hilang dibawa kabur pencuri," ungkap Deni ketika diwawancarai.
Deni mengatakan, pencuri masuk dengan merusak jendela dan mengambil kunci yang ada di kamar tempat tidur.
"Saat mereka beraksi kami tertidur dan tidak mendengar ada suara, padahal kunci motor dan handphone hanya berjarak satu meter dari badan," katanya.
Hal yang sama disampaikan Lambia (60), yang mengaku tidak menyadari dua bedeng di sebelah bedeng yang ia huni disatroni kawanan maling.