Bus Jamaah Tersasar Hingga Dua Jam
Awalnya saya ingin jalan karena jarak hotelnya dekat (dari Masjidil Haram), sekitar dua kilometer (km).
SRIPOKU.COM, MEKKAH - Yanti Hantini (48) hanya mampu terduduk sambil menatapi pemandangan dari balik kaca bus.
Karena ingin segera pulang ke hotel setelah melaksanakan umrah di Masjidil Haram, Yanti dan teman-temannya memilih menggunakan bus.
Ternyata, keinginannya urung terkabul akibat bus yang ia tumpangi tersasar, Rabu (9/9/2015) siang.
Hampir dua jam kemudian, Yanti baru bisa menginjakkan kaki di Wihdah Tower, hotel tempat ia menginap.
"Awalnya saya ingin jalan karena jarak hotelnya dekat (dari Masjidil Haram), sekitar dua kilometer (km). Paling tidak sampai sejam sudah sampai. Tetapi karena ada teman yang lapar dan ingin pulang cepat, akhirnya naik bus. Kalau naik bus mungkin hanya 15 menit. Ternyata busnya nyasar," papar Yanti yang merupakan jamaah calon haji (calhaj) asal Riau itu.
Sekitar pukul 11.00 Was, Yanti dan sekitar 40 orang jamaah calhaj lainnya telah memenuhi kursi-kursi, di dalam Bus Shalawat Nomor 10 dengan rute Jarwal-Syieb Amir. Perlahan, bus pun mulai meninggalkan Terminal Syieb Amir menuju Jarwal.
Bus Shalawat merupakan bus yang disewa Pemerintah Indonesia untuk melayani jamaah calhaj selama di Mekkah secara gratis. Adapun, rute bus menghubungkan pemondokan jamaah dan Masjidil Haram.
Di dalam bus nomor 10, sebagian penumpang tampak mengobrol. Sebagian lagi, tertidur atau melihat pemandangan. Bus pun terus melaju. Hingga 30 menit kemudian, bus berhenti dan sang sopir turun meninggalkan bus.
Melihat hal itu, Jasmuli (39), yang duduk di bagian belakang bus, berlari mengejar sopir tersebut. Dalam bahasa Arab, ia tampak bercakap-cakap dengan sopir. Hingga akhirnya, sopir kembali duduk di belakang kemudi dan menjalankan bus.
Tribun Lampung/Ridwan Hardiansyah
Bus rute Jarwal-Syieb Amir yang tersasar hingga Mina.
"Sopirnya dari Pakistan. Baru di Arab. Ia ternyata tidak tahu wilayah. Bahasa Arabnya pun tidak lancar. Ia turun mau tanya arah," kata Jasmuli, yang sedang menjadi pembimbing sebagian jamaah calhaj Kelompok Terbang (Kloter) 15 Embarkasi Batam (BTH).
Jamaah bimbingan Jasmuli merupakan mayoritas penumpang di bus tersebut. Karena baru tiba pada malam hari, jamaah baru melaksanakan umrah pada Rabu pagi.
Setelah sopir mengemudikan bus lagi, Jasmuli kemudian berdiri di samping sopir. Menggunakan bahasa Arab dan isyarat tangan, Jasmuli mengarahkan sopir supaya membawa bus kembali ke wilayah Jarwal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jamaah-tersasar-dalam-bus_20150910_104102.jpg)