Komunitas
Virus Para Liverpudlian Membesarkan The Red di Palembang
Spirit itu menular bak virus ke seluruh dunia, di Indonesia dan khususnya Palembang. Liverpudlian Palembang lahir
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM-Liverpool alias The Reds (sang merah), menyisakan ruang bagi setiap fans sepakbola Inggris. Semangat Liverpudlian begitu membara dan selalu membuat merah stadion. Loyalitas Liverpool Fans Club (LFC) Indonesia sudah teruji.
Spirit itu menular bak virus ke seluruh dunia, di Indonesia dan khususnya Palembang. Liverpudlian Palembang lahir berkat sentuhan 4 Liverpooldian, Mirsodai, Ino, Sarlita, dan Yuda (Almarhum).
Pada 2 Maret 2011 silam, mereka bersatu mengibarkan bendera Big Reds Regional Palembang. Hasrat mendukung tim kebanggaan secara guyub (bersama-sama) hingga satu berdirinya Bigreds Palembang.
"Bigreds, adalah jati diri Liverpooldian Indonesia. Sebagai Fans klub pertama Indonesia. Bigreds komunitas pecinta sepakbola yang loyal meski prestasi klub turun, Bigreds selalu mendukung," kata Dery Syahputra, Humas Bigreds Palembang, Sabtu (22/8).

Bigreds Palembang/IST
Dikatakannya, awalnya Bigreds diketuai Ino, selama tiga tahun. Kemudian periode kedua diketuai Akbar Prayogi. Periode 2014-2017 (tiga tahun).
"Sejak berdiri, Bigreds makin eksis. Terbukti jumlah anggota terus bertambah. Namun, bagi saya Bigreds sebagai LFC, memiliki satu visi mencintai The Reds. Sesuai selogan kami, You'll Never Walk Alone," ujarnya.
Masa kepengurusan yang berjalan kurang satu tahun, Bigreds sibuk dengan berbagai agenda, mulai membentuk tim futsal, nonton bareng dan kegiatan sosial, menjadi agenda rutin.
"Soal prestasi Bigreds Palembang memiliki segudang prestasi seperti juara 3 futsal Boom Futsal, juara 2 turnament futsal Bima, juara 2 di turnament Bigreds_Sumbagsel Bengkulu, juara 2 Sepakbola Pemda Sumsel," katanya.
Bigreds suporter mancanegara pertama yang berdiri di Indonesia. jelang pergantian millennium 28 Desember 1999 silam, para pegiat mailing list liverpoolfc-ind@onelist.com berkumpul di rumah Hendra Kurniawan mengikrarkan LFC.
"Status sebagai pelopor Bigreds tak berhenti di situ. Juga menjadi suporter pertama Indonesia yang meraih status Branch pertama dibanding klub lainnya," ujarnya.
Akhir November 2012, tercatat 5200 member di 27 regional di berbagai kota di Indonesia. Berbagai kegiatan digelar di semua regional BIGREDS seperti kegiatan wajib nonton bareng (nonbar), futsal, sepak bola, bulutangkis dan lain-lain.
Youll Never Walk Alone
BAIT lagu ditulis Oscar Hammesrtein II dan dipopulerkan Merseyside, Gerry and the Pacemaker. Youll Nerver Walk Alone (YNWA) selalu menjadi anthem, slogan dan simbol bagi julukan Liverpool. Klub pemilik 18 gelar Liga Inggris, 'Liverpool'.
YNWA jadi simbol loyalitas fans Liverpool baik saat menang maupun kalah. Lagu yang dinyanyikan sebelum dan setelah laga ini membius siapapun lawan yang bertanding melawan Liverpool di Anfield.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/liverpool1212_20150822_200728.jpg)