Petani Pagaralam Pilih Tanam Sahang Dibandingkan Kopi
banyak petani kopi meninggalkan tanaman sudah menjadi ciri khas Kota Pagaralam tersebut.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Eko Adiasaputro
SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Akhir-akhir ini pamor tanaman kopi di Kota Pagaralam semakin meredup. Hal ini disebabkan harga kopi yang tak kunjung membaik.
Ditambah hasil panen yang tidak menentu. Kondisi ini membuat banyak petani kopi meninggalkan tanaman sudah menjadi ciri khas Kota Pagaralam tersebut.
Saat ini petani di Pagaralam lebih memilih menanam lada (sahang). Pasalnya harha Sahang di Pagaralam terus saja membaik.
Bahkan harganya mencapai ratusan ribu perkilogram. Kondisi ini membuat petani beralih menanam tanaman yang panennya satu tahun sekali tersebut dibanding kopi yang massa panennya sama.
Sudah banyak petani kopi yang beralih menjadi petani sahang. Namun ada juga petani kopi yang menanam dengan cara tumpang sari di ladang kopi milik mereka.
Belakangan ini harga komoditi sahang mencapai Rp120.000 per kilogram. Ini membuat petani berlomba-lomba kembali menanam sahang yang awalnya kurang diminati.
Agil (30), petani sahang di kawasan Nanggiran, Kecamatan Pagaralam Utara menyebutkan, saat ini harga sahang di agen mencapai Rp120.000 per kilogram. Harga tersebut terus membaik beberapa bulan belakangan.
"Kami sangat senang karena harga sahang mencapai Rp120.000 perkilo. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp100.000-Rp110.000 perkilogramnya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sahang_20150811_162707.jpg)