Daging Mahal, Gerobak Diparkir, Tukang Bakso Pilih Jadi Buruh Bangunan
Dampaknya ada sebagian pedagang bakso yang beralih profesi menjadi buruh bangunan
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kekosongan stok daging sapi di pasaran saat ini, membuat sebagian masyarakat sebagai pelaku usaha kuliner di wilayah Palembang terpaksa gigit jari.
Hal itu berlaku untuk kalangan pelaku usaha kuliner bakso yang kesulitan untuk mencari bahan baku daging sapi.
Bahkan dampaknya ada sebagian pedagang bakso yang beralih profesi menjadi buruh bangunan, lantaran tidak adanya stok daging sapi untuk dijadikan bakso.
"Stok daging sapi di pasar kosong semuanya. Pegawai saya yang biasanya jualan bakso keliling dengan gerobak, sebagiannya mudik ke Jawa. Tapi ada juga yang ikut kerja bangunan lantaran tidak bisa berjualan bakso karena tidak ada daging sapi," ujar Dian, pelaku usaha kuliner bakso ketika ditemui Sripoku.com di tempat usahanya di Jalan Cempaka Kelurahan 26 Ilir Kecamatan IB I Palembang, Selasa (11/8/2015).
Dian yang sudah terhitung delapan tahun menlakoni usaha kuliner bakso di Palembang ini mengatakan, kekosongan daging bakso sangat berdampak sekali untuk kalangan pedagang bakso.
Menurutnya setiap harinya membutuhkan daging sapi untuk bahan olahan bakso.
"Kita ada 20 gerobak bakso untuk berjualan, tapi yang jualan saat ini hanya sembilan gerobak dan sisanya terpaksa diparkirkan. Karena daging sapi yang kita dapatkan tidak mencukupi untuk 20 gerobak," ujarnya.