Kutu Dedak Teror Warga Sekanak
Saking banyaknya, warga sempat berseloroh kutu-kutu itu bisa dibuat untuk peyek, makanan ringan sejenis keripik.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sejak beberapa minggu terakhir ini, warga di tiga Rukun Tetangga (RT) Kelurahan 28 Ilir yang berada di kawasan Sekanak resah dan tidak nyaman.
Penyebabnya, kutu dedak yang berasal dari pergudangan di kawasan itu mulai keluar kandang dan menyebar.
Tak hanya itu, beberapa pengendara sepeda motor pernah mengalami kecelakaan karena mata mereka perih diserang kutu sehingga tidak dapat melihat saat berkendaraan.
Selain itu, kutu sudah mulai masuk ke rumah warga, khususnya saat sore atau sekitar pukul 18.00.
Saat makan malam, ada warga yang sengaja memasang jebakan dengan melapisi piring kosong dengan minyak goreng.
Saat didiamkan, satu per satu kutu yang berasal dari pergudangan milik salah satu pengusaha bernama H Firdaus itu jatuh dan masuk ke piring.
Bahkan, saking banyaknya, warga sempat berseloroh kutu-kutu itu bisa dibuat untuk peyek, makanan ringan sejenis keripik.
Sementara untuk keamanan dan kesehatan, warga yang tinggal dalam radius 50 meter dari pergudangan terpaksa menutup tempat makanan, seperti gentong air minum dan piring lauk saat makan. Jika tidak ditutupi, kutu masuk ke dalam makanan dan lauk.
Gangguan juga dialami pengendara sepeda motor, yang melintas di kawasan Jln Ki Gede Ing Suro baik yang melaju dari arah Sungai Tawar maupun dari arah Jln Depaten Baru/Sekanak.
Gangguan mulai muncul pukul 18.00 hingga larut malam, karena saat-saat itu merupakan waktu keluarnya kutu dari pergudangan tersebut.
Bagi pengendara yang tidak mengenakan helm atau tidak memakai kaca mata, akan merasakan perih sehingga pandangan mata terganggu sehingga berujung lepas kendali dan sepeda motor yang dikendarai terbalik.
Tidak tahan dengan kondisi tersebut, beberapa warga dari RT 07, 06 dan RT 11, Senin (27/7) mendatangi Kantor Kelurahan 28 Ilir dan menyampaikan pengaduannya.
Warga diterima staf kelurahan dan disarankan membuat laporan tertulis, yang ditembuskan kepada Kelurahan, Kecamatan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Sat Pol-PP Kota Palembang.
Sripo yang mendapat informasi itu langsung menuju ke lokasi di tempat dedak itu disimpan. Bersama Ketua RT 07/02 H Nawawi dan belasan warga, mereka wartawan Sripo ke gudang tersebut.
Namun sayang, gudang yang diperkirakan menyimpan 13 ribu ton dedak itu dalam kondisi terkunci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kutu-dedak_20150728_171202.jpg)