Ini Dia Jenis-Jenis Makanan Perusak Liver (Hati) Manusia

Masalahnya, organ hati merupakan organ yang “pendiam”. Jika liver cedera atau mengalami masalah, dia tidak mengeluh atau “berteriak”.

Tayang:
Editor: Darwin Sepriansyah
ist
liver 

5. Obat-obatan, suplemen, dan herbal

Hati memiliki peranan penting dalam memetabolisme semua obat yang masuk dalam tubuh, sehingga tidak menghasilkan zat beracun bagi tubuh. Akan tetapi, ada beberapa obat yang berpotensi lebih besar merusak liver, sehingga perlu diperhatikan penggunaannya seperti kodein- obat batuk-, kortikosteroid -obat anti radang-, tetrasiklin- antibiotik-, dan diazepam -obat penenang-.

Beberapa obat yang dijual bebas juga juga bersifat racun bagi hati apabila dikonsumsi dalam jumlah besar, seperti parasetamol, aspirin atau abat-obat analgesik anti inflamasi lain, dan obat anti kolesterol. Selain obat-obatan, suplemen pun tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan, karena sebagian suplemen dapat merusak liver, seperti:

Zat besi dosis tinggi
Konsumsi zat besi dalam jumlah besar dapat menyebabkna kerusakan liver. Hal ini dikarenakan tubuh tidak dapat membuang kelebihan zat besi sehingga zat besi akan diakumulasi di dalam organ dan jaringan, termasuk liver. Jumlah zat besi yang direkomendasikan per hari adalah tidak lebih dari 45 mg bagi laki-laki dan perempuan.

Vitamin A dosis besar
Sekitar 50-80% vitamin A dalam tubuh disimpan di dalam hati. Karena itulah, konsumsi vitamin A dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan hati. Batas konsumsi vitamin A yang aman bagi orang dewasa adalah 3000 mikrogram perhari.

Sebagian besar obat herbal tidak diuji melalui uji klinis yang memadai seperti halnya obat-obat paten sehingga tidak bisa dipastikan keamanannya terhadap liver apabila dikonsumsi secara terus menerus.

Bahkan, beberapa herbal terbukti dapat merusak liver. Karena itu, sebaiknya tetap berhati-hati ketika mengkonsumsi herbal dalam jangka waktu yang cukup lama, pilih obat-obat herbal yang telah dibuktikan secara ilmiah manfaatnya dan obat-obat herbal yang telah tersertifikasi.

6. Rokok

Rokok meningkatkan risiko terkena kanker hati dan menurunkan kemampuan liver untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh. Selanjutnya, dapat menyebabkan liver kita rentan terkena dampak merugikan dari obat-obatan yang kita konsumsi.

7. Makanan dengan kadar garam tinggi

Hampir semua orang tahu bahwa makanan dengan kadar garam tinggi berpotensi menaikkan tekanan darah. Tetapi ternyata tidak sampai di situ saja, makanan asin juga berkontribusi menyebabkan penyakit liver melalui peningkatan tekanan darah.

Usahakan untuk membatasi konsumsi garam dalam makanan sehari-hari sehingga tidak melebihi 2300 miligram (sekitar satu sendok teh), mengurangi konsumsi makanan kaleng serta produk-produk olahan seperti sosis, keju olahan, makanan instan, dan makanan cepat saji.

Selain menghindari konsumsi bahan-bahan di atas, salah satu hal yang penting dalam menjaga kesehatan liver adalah dengan berolahraga. Olahraga membantu tubuh membakar kelebihan kalori yang masuk, mengurangi risiko obesitas, meningkatkan kekebalan tubuh, dan melancarkan aliran darah sehingga memperbaiki kerja organ, termasuk liver.

Pada dasarnya, menjaga kesehatan liver tidak jauh berbeda dengan menjaga kesehatan tubuh secara umum. Makanan dan minuman yang membahayakan liver juga membahayakan kesehatan tubuh secara umum.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved