Ini Dia Jenis-Jenis Makanan Perusak Liver (Hati) Manusia

Masalahnya, organ hati merupakan organ yang “pendiam”. Jika liver cedera atau mengalami masalah, dia tidak mengeluh atau “berteriak”.

Editor: Darwin Sepriansyah
ist
liver 

SRIPOKU.COM - Liver atau hati merupakan organ yang sangat penting, terletak di rongga perut bagian kanan atas di bawah tulang rusuk. Sebagian besar berada di sisi kanan tubuh dan sebagian lagi di sisi kiri tubuh. Beratnya rata-rata 1.500 gram atau sekitar 2,5% dari berat badan.

Dengan demikian, liver merupakan organ terbesar dalam tubuh. Ini setara dengan fungsinya yang berat, yaitu lebih dari 500 jenis pekerjaan yang harus dilakukan oleh organ hati. Hingga dapat dimengerti betapa pentingnya hati/liver tersebut.

Hati bertindak sebagai “mesin” tubuh, dapur, penyaring, pengolah makanan, pembuangan sisa metabolisme, zat racun dan zat-zat, yang merugikan tubuh yang berasal dari makanan yang kita santap maupun dari hasil metabolisme tubuh. Liver juga melindungi tubuh kita dari infeksi dan penyakit-penyakit.

Patut diketahui bahwa kemampuan untuk menyaring zat-zat beracun dan berbahaya berupa minuman beralkohol maupun obat-obatan, mempunyai konsekuensi merusak hati bahkan bisa sampai pada tingkatan hati tidak dapat sembuh kembali akibat kerusakan tersebut.

Masalahnya, organ hati merupakan organ yang “pendiam”. Jika liver cedera atau mengalami masalah, dia tidak mengeluh atau “berteriak”. Dia diam saja sampai terjadi kerusakan yang parah. Itulah sebabnya penderita penyakit liver tidak menyadari bahwa organ hatinya mengalami kerusakan karena tak ada gejala atau tanda yang jelas.

Sampai akhirnya kerusakan hati semakin parah dan penderita hepatitis baru merasa dirinya sakit setelah stadium lanjut. Serangan beberapa penyakit liver termasuk virus hepatitis B dan C serta zat-zat berbahaya bisa merusak dan menghancurkan organ hati secara total.

Hal ini disebabkan terjadinya parut (fibrosis) di saat penyembuhan hati di bagian yang rusak. Bentuk parut bisa menjadi semakin banyak dengan semakin parahnya hepatitis. Akibatnya terjadi sirosis yaitu kondisi organ hati yang penuh parut yang berakibat hati tidak lagi dapat berfungsi secara normal.

Seperti dikutip dari kesehatanmuslim.com, dr. Liz Marisa mengatakan, menurut Ray Chung, MD, dari Liver Center Massachusetts General Hospital, yang terpenting dalam menjaga kesehatan liver adalah menghindari zat-zat yang merusak liver dan bukan fokus pada konsumsi nutrisi yang dapat menyehatkan liver.

Bagaimana makanan mempengaruhi fungsi hati?

Makanan dan liver berhubungan erat karena liver adalah kelenjar pencernaan terbesar yang mengolah sekaligus menyimpan beberapa nutrisi dari makanan sehingga zat-zat apapun yang masuk ke dalam tubuh, terutama dari saluran pencernaan dapat mempengaruhinya.

Menurut Brown Biomedical Department, diet yang tidak sehat akan mengarah pada keadaaan perlemakan hati, kanker hati, sirosis, gagal hati, atau pembesaran hati.

Berikut makanan-makanan yang dapat membahayakan liver

1. Makanan dengan kadar kolesterol tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit liver. Kolesterol, adalah salah satu jenis lemak yang hanya bisa didapatkan pada produk-produk hewani dan paling banyak terkandung dalam daging merah berlemak, udang, kuning telur, krim, butter, dan jeroan.

MayoClinic merekomendasikan untuk membatasi konsumsi produk-produk hewani dan memperbanyak konsumsi produk nabati, seperti biji-bijian, sereal, buah dan sayur untuk menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit liver.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved