Tak Terima Ayahnya Dipukul Pakai Botol, Adi Habisi Rudini
Tersangka bujangan yang pernah bekerja sebagai honorer Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tidak terima ayahnya dipukul menggunakan botol minuman hingga sebagian pecahan botol bersarang di kepala ayahnya, membuat Adi Setiawan (21), warga Jalan Damai Komplek Multi Wahana Blok H 11 Rt 86/32 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang, gelap mata.
Tersangka bujangan yang pernah bekerja sebagai honorer Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini, nekat menusukkan pisau ke arah dada sebelah kanan korban, Rudini (26) hingga tewas berlumuran darah di Jalan MP Mangkunegara tepatnya di Rumah Makan Wisata Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang, Kamis (26/3) sekitar pukul 17.30.
Sebelum kejadian tersebut terjadi, dikatakan tersangka, sekira pukul 17.00, ia melintas di simpang Polsekta Sako dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR berwarna hijau hitam BG 5991 JAA.
Tiba-tiba dari belakangnya, ada dua pengendara sepeda motor Honda Revo dan Vario yang salah satunya pengendara Revo terus membunyikan kelaksonnya.
Mengetahui hal itu, ia pun langsung menepi. Namun kedua pengendara tersebut tetap tidak mendahuluinya malah masih mengklaksoninya terus menerus.
Akhirnya setelah kedua kali menepi, ia pun mengeluarkan kata kasar yang ditujukan kepada pengendara sepeda motor Revo.
"Saat saya ngomong kata kotor tersebut, yang bawa Vario tersinggung sehingga saya terus dikejar-kejarnya. Dan hingga akhirnya tiba di simpang BLK saya diterjangnya yang membuat saya hampir oleng dan menabrak bus kota. Karena kesal jadi saya tendang balik sampai sandal saya lepas," jelasnya saat diamankan di Polsekta Kalidoni Palembang, Jumat (27/3).
Usai saling tendang, dikatakan Adi, kedua pengendara motor yang tidak dikenal tersebut masih mengejarnya.
Padahal tersangka sudah minta maaf jika pengendara Vario tersebut tersinggung dengan perkataannya.
Namun sayangnya, kedua pengendara tidak terima sehingga terus mengejarnya sampai di RM Wisata.
"Saya sangaja berhenti di RM Wisata karena awalnya saya memang mau menjemput ayah saya yang bekerja di sana. Dan setiba di sana, saya langsung bersembunyi di dapur, kebetulan saat sembunyi itu, ayah melihat saya dan juga dua orang yang mengejar saya itu. Sehingga ayah langsung menanyakan kepada kedua orang itu ada apa, dan kalau anakku ada salah tolong dimaafkan," terangnya.
Namun yang dikatakan ayahnya sia-sia, kedua orang tersebut tetap tidak terima dan malah mengajak tiga orang lagi untuk tetap mencarinya.
"Karena suasana semakin tegang, sehingga ayah ngomong lagi sudah lah. Tapi tiba-tiba korban yang saya tusuk itu malah mengambil botol minuman dan dipukulkan ke kepala ayah saya sampai pecahannya ada yang menancap sebelum akhirnya ditolong orang pergi ke rumah sakit," ungkapnya.
Tidak terima dengan adanya kejadian itu, masih dikatakan Adi, ia pun langsung mengambil pisau dan parang yang berada di dapur dan langsung mengejar korban dan menusukan dada bagian kanan korban menggunakan pisau hingga korban terjatuh.
"Sudah kejadian itu, korban sempat belari ke luar hingga akhirnya tesungkur di depan rumah makan. Sedangkan seorang rekannya mengambil kuah sayur untuk dilempar ke saya tapi tidak kena," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/adi-setiawan-tersangka-penusukan-hingga-tewas.jpg)