Mengaku Dihajar Skuriti Lonsum, 5 Warga Suka Makmur Babak Belur

Tanpa banyak tanya petugas yang diperkirakan sebanyak 12 orang langsung memukulinya dan rekan

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/EHDI YASIN
Warga Suka Makmur, Lahat yang mengaku dipukuli aparat keamanan perusahaan PT Lonsum, Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Lima orang warga desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang, Lahat babak belur dihajar keamanan PT London Sumatera (PT Lonsum). Diduga peristawa tersebut buntuk saling klaim lahan sawit antara warga dengan perusahaan. Kelima warga tersebut yakni Andi, Selamat, Abdul Latif, Msutaqim dan Firman.

Menurut penuturan Selamat, peristiwa pemukulan terjadi, Sabtu (13/3). Kata dia, saat itu ia, Andi, Abdul Latif dan Msutaqim selesai sarapan di area perkebunan kelapa sawit.

Saat hendak melakukan aktivitas memanen datang tiga unit mobil dan turun beberapa orang yang diduga kuat petugas keamanan perusahaan. Tanpa banyak tanya, terangnya, petugas yang diperkirakan sebanyak 12 orang langsung memukulinya dan rekan

"Tiba dari kendaraan perusahaan turun beberapa orang dan langsung menghampiri kita. Tak banyak yang ditanya. Dan sependengaran saya ada yang bilang kamu ingin mencuri ya. Langsung kami dipukuli," ungkapnya kepada Sripoku.com.

Setelah itu, lanjutnya, ia dan teman-temannya yang masih satu keluarga tersebut diangkut ke dalam mobil dan dibawa ke pos perusahaan.

"Nah, di tengah jalan Firman menyetop kendaraan yang mengangkut kami. Namun, beberapa petugas perusahaan turun menghampiri Firman dan juga memukulinya," ujarnya.

Menurutnya, ia dan teman-temannya menderita luka memar. Bahkan, Andi dan Firman hidung berdarah, dan luka di beberapa bagian tubuh lainnya.

"Kalau Andi pelipis matanya luka, tangan kiri dan kanan lebam, juga dipukul di bagian kepala. Kita tidak tahu kenapa hal tersebut terjadi. Tapi tampaknya kami dituduh mencuri di lahan sawit yang selama ini kami panen," kata Selamat.

Sementara Firman, menuturkan saat itu ia dikabarkan adanya pemukulan terhadap keempat rekannya.

Mendengar kabar itu ia langsung ke lokasi. Namun, di tengah perjalanan bertemu dengan iring-iringan kendaraan dan mencoba menyetop dengan maksud untuk menanyakan kenapa rekan-rekannya diangkut ke mobil. "Hidung saya berdarah, bagian belakang juga," ungkapnya.

Sementara itu, penasehat hukum warga yang menjadi korban pemukulan, Abdurrahman menuturkan akan melaporkan peristiwa pengeroyokan oleh oknum petugas keamanan perusahaan tersebut ke polisi.

Menurutnya aksi tersebut adalah intimidasi dilatari masalah penguasaan lahan antara pihak perusahaan dengan warga tujuh desa.

"Peristiwa ini terjadi karena permasalahan saling klaim lahan antara warga dan pihak perusahaan yang hingga saat ini belum tuntas," kata Abdurrahman.

Menurutunya, warga sudah lama memanen sawit di lokasi yang diklaim perusahaan.

"Ini buntut sengketa lahan. Tapi untuk diketahui kalau lahan yang dipanen memang milik warga. Kita sangat menyayangkan peristiwa ini dan tampaknya pihak perusahaan memang tidak punya etikat baik kepada warga. Jelas ini akan kita pidanakan karena sudah penganiyayaan," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Tags
Lahat
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved