Ariyanto Hajar Preman Bus Kota
Saat di perjalanan persis di dalam bus kota yang ia tumpangi, ia diikuti orang yang tidak dikenal.
Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski dalam keadaan tertekan setelah diancam preman bus kota yang akan menujahnya, tidak sedikitpun membuat nyali Ariyanto (27), seorang penumpang Bus Kota Kertapati-Km 12 Palembang menciut begitu saja.
Malah sebaliknya, dalam keadaan tertekan dan kesal akan ulah sang preman, korban Ariyanto yang tercatat sebagai warga Jalan Ki Kemas Rindo RT 28/5 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang itu, dengan membranikan diri langsung mengajar M Syukri (28), sang preman yang diduga tengah mabuk hingga babak belur, Sabtu (07/3/2015) sekitar pukul 16.30.
Diceritakan korban Ariyanto, sebelum kejadian, awalnya ia sengaja dari rumah hendak merantau ke Jambi. Namun, saat di perjalanan persis di dalam bus kota yang ia tumpangi, ia diikuti orang yang tidak dikenal.
"Saat kernet memintai ongkos di Jembatan Ampera, tiba-tiba preman ini menghampiri dan berkata satu barang Rp 5 ribu dengan mata melotot. Bahkan sempat mengancam akan menujah dengan pisau yang ada di pinggangnya," jelasnya saat membuat laporan ke Polsekta Ilir Timur (IT) I Palembang.
Merasa gelisah dengan tingkah preman ini, dikatakan Ariyanto, ia pun langsung pindah ke bagian depan bus tersebut dengan tujuan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, pelaku tetap mengikutinya.
"Saya pindah diikutinya. Saat tanya dengan kernet bus itu, siapa orang itu, katanya preman. Karena saya melihat pisau di pinggangnya dan daripada saya duluan yang dilukai jadi pas sampai di Jalan Jenderal Sudirman persis di Simpang Charitas Palembang dia langsung saya hajar duluan," terangnya.
Menurutnya, ia sengaja menghajar sang preman di Simpang Chritas karena di tempat tersebut ramai dan juga banyak polisi.
"Semua sudah saya pikirkan dan setelah kejadian itu, sayang langsung turun dan memanggil polisi yang ada hingga akhirnya mengamankannya," ungkapnya.
Sementara itu, menurut pengakuan tersangka warga Jalan Keramasan RT 21/6 Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang ini, ia di dalam bus itu tidak mencopet, melainkan sedang ada tugas untuk melidik copet.
"Saya ini lagi ada tugas lidik copet, soalnya adik saya pernah dicopet. Saya juga tidak tahu apa-apa," kata lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai supir ini dengan nada mabuk.
Kapolsekta IT I Palembang, AKP Zulkarnain melalui Kanit Reskrim, Iptu Alhadi menjelaskan, tersangka berhasil diamankan anggota satuan lalu lintas yang tengah bertugas di Simpang Charitas.
"Tersangka diamankan setelah mendapat laporan dari sang korban dan anggota yang mendapat laporan itu langsung mengamankkanya. Akibat ulahnya, tersangka bakal dijerat Pasal 365 KHUP," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/syukri-tersangka-penodongan-diamankan.jpg)