Pelajar SMP Culik Bocah dan Minta Tebusan Rp 3 Miliar
Penculikan berawal ketika A terbesit untuk mendapatkan uang dari ayah korban yang memang dikenalnya sebagai tauke karet tempatnya tinggal.
Merasa penculiknya tak jauh dari wilayah Megang Sakti, akhirnya dia bersama masyarakat ikut melakukan pencarian. Sampai akhirnya tersangka bersama korban ditemukan di jembatan benai Desa Senaro Megang Sakti.
"Yang melihat pertama kali adalah adik saya, sempat terjadi kejar-kejaran karena tersangka yang sudah ketakutan, dengan banyak warga. Akhirnya tersangka berhasil di tangkap setelah motor tersangka ditabrak oleh motor paman korban," ungkapnya.
Dijelaskan oleh Prayitno, karena kesal dengan perbuatan tersangka, massa yang marah langsung memukuli tersangka hingga babak belur. Beruntung saat itu warga mengenali muka pelaku dan ayahnya adalah kakak kandung Prayitno. Bahkan dirinya tidak menyangka dan kaget kalau pelaku penculikan tersebut adalah keponakannya.
"Karena pakai helm kedua pelaku tadinya tidak dikenal, setelah motornya diterjang saya langsung mengambil anak saya yang ikut jatuh, untung warga mengenali wajah A," ungkapnya.
Saat ini, dirinya belum membuat laporan kepihak berwajib. Namun, antara dia dengan keluarga korban sudah saling memaafkan dan menganggap peristiwa tersebut adalah pelajaran beharga bagi seluruh warga dan keluarganya.
Kapolres Musirawas, AKBP Nurhadi Handayani melalu Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian, membenarkan pihaknya sudah memintai keterangan kedua pelaku, karena tersangka dengan korban ada hubungan keluarga, keluarga korban belum melaporkan peristiwa penculikan tersebut.
"Pelaku masih anak-anak berumur 14 tahun, jadi tadi sudah kita kembalikan ke Kepala Desa dan gurunya serta orang tuanya untuk dilakukan pembinaan," singkatnya. (men/TS)