Mengaku Ditampar Kepala Sekolah, Siswa SD di Palembang Lapor Polisi

Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba sang kepala sekolah masuk ke dalam kelas dan kemudian menamparnya hingga mengalami luka memar di bagian pipi kiri

Mengaku Ditampar Kepala Sekolah, Siswa SD di Palembang Lapor Polisi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Rifky (pakai kaus bertuliskan Podoslki), ditemani kedua orangtuanya, mendatangi SPKT Polresta Palembang, guna melaporkan kepala sekolah yang telah menamparnya, Kamis (4/12/2014). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Muhammad Rifky Alfatur (9), siswa sebuah Sekolah Dasar (SD) swasta yang terletak di kawasan Plaju, Palembang, mengaku dianiaya kepala sekolahnya.

Ia terpaksa tidak bisa mengikuti ujian sekolah lantaran mengalami trauma pasca penganiayaan itu.

Ditemani kedua orangtuanya, Yudi (33) dan Eva (33), Rifky mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (4/11/2014), sekitar pukul 10.00.

Di hadapan petugas Rifky menuturkan, kejadian yang dialaminya bermula saat ia sedang menunggu soal ujian di dalam ruang kelas.

Namun, tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba sang kepala sekolah masuk ke dalam kelas dan kemudian menamparnya hingga mengalami luka memar di bagian pipi kirinya.

"Padahal kami lagi tidak ribut. Cuma menunggu kertas soal ujian yang akan dibagikan. Tiba-tiba ibu masuk dan langsung menampar saya dan teman sebangku saya, Akbar," ungkap Rifky yang terlihat masih trauma.

Setelah kejadian, Rifky mengaku tidak dapat mengikuti ujian semester lantaran takut kembali ditampar oleh pelaku.

"Kejadian ini sudah dua kali pak. Sebelumnya pada waktu senam pernah juga saya ditampar. Itu hanya gara-gara saya datang telat," katanya lagi.

Ayah korban, Yudi (33), seorang anggota Polres Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Timur mengaku sangat kecewa dengan tindakan kepala sekolah tersebut.

"Ini sudah keterlaluan oleh karena itu kami laporkan," ungkapnya.

Sementara, Kasat Rekrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi ketika ditanya terkait laporan korban mengatakan keterangan korban sudah diambil pihak guna penyelidikan lebih lanjut.

"Laporan sudah kita terima, dalam waktu dekat pihak sekolah akan kita panggil untuk dimintai keterangan terkait laporan korban," ungkap Suryadi.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved