Dua Kelurahan di Lubuklinggau Rawan Endemik DBD

Ada 35 titik yang ditemukan oleh Dinkes Lubuklinggau yang diperkirakan rawan endemik (terjangkit) penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, mengimbau seluruh warga yang bermukim di Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuklinggau Timur II dan Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Timur I agar waspada. Pasalnya, 35 titik yang ditemukan oleh Dinkes diperkirakan rawan endemik (terjangkit) penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Dinkes telah menginstruksikan sejumlah Puskesmas dan Posyandu yang tersebar diwilayah Lubuklinggau untuk mensosialisasikan ancaman DBD memasuki musim penghujan saat ini. Kami juga telah menerjunkan sejumlah petugas juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik) dan melakukan fogging untuk mengantisipasi penyakit tersebut," jelas Kepala Dinkes Nawawi, Rabu (26/11).

Dia menambahkan, selain memberikan peringatan dan sosialisasi pihaknya terus memantau kerumah-rumah warga, alhasil sampai sejauh ini belum ada warga yang terjangkit. Maka dari itu, apabila ada seorang pasien yang terkena DBD untuk segera dilaporkan kepada puskesmas terdekat untuk dilakukan penanganan penyembuhan.

Bahkan, guna mengantisipasi peredaran nyamuk demam berdara, sedikitnya ada lima orang petugas jumantik di masing-masing Kelurahan. Mereka juga diturunkan guna memberikan sosialisasi sekaligus memantau langsung dilapangan.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. "Jangan sampai ada genangan air didepan rumah yang dikhawatirkan akan menjadi sarang bagi jentik nyamuk. Dan tempat bak penampungan air selalu dikuras, bekas ban dikubur agar tidak tergenang air," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Dr Sobirin, dr Harun menjelaskan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan laporan peningkatan pasien DBD yang ditangani. Dia mengimbau peralihan musim seperti ini, penyakit DBD rentan terjadi khususnya dilingkungan yang tergenang air.

"Lingkungan yang tergenang air, tanpa ada siring dan tidak kering-kering, itu rentan terserang DBD, gejala penyakit DBD yang menyerang manusia memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda. Diantaranya gejalan demam berkepanjangan, timbul bintik-bintik merah pada kulit dan kulit menjadi kemerahan," katanya. (TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved