Enam Pelajar Lahat Di Garuk Sat Pol PP, Karena Kotori Dinding GOR Pancasila
"Kita akan berikan peringatan. Kita sengaja undang pihak sekolah dan orangtuanya supaya untuk menjadi perhatian dan memberikan efek jera,"
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, MUARAENIM-Sebanyak enim pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas dari Kabupaten Lahat, digaruk Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Muaraenim, karena diduga telah melakukan aksi corat-coret dinding dikawasan GOR Pancasila Muaraenim, Senin (20/10/2014).
Adapun ke enam pelajar yang berhasil di amankan yakni tiga pelajar SMA adalah WP (15), MH (15), DS(15) yang merupakan SMA Negeri 1 Merapi Timur, dan tiga pelajar SMP yakni TA (13), HE (13) dan HA (13) yang merupakan siswa SMP Negeri 1 Merapi Barat.
Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, ke-enam pelajar tersebut di amankan dan diangkut menggunakan truk Sat Pol PP Muaraenim, pada saat jam pelajaran sekolah, Senin (20/10) sekitar pukul 11.30. Mereka diamankan, karena terlihat sedang melakukan aksa corat-coret dikawasan GOR Pancasila Muaraenim.
Menurut Kepala UPTD GOR Pancasila, Yan Dahlan, aksi para pelajar ini, memang sudah cukup merepotkan pihaknya. Sebab bukan hanya kumpul-kumpul, tetapi sering mencorat-coret fasilitas di areal kawasan GOR Pancasila Muaraenim. Aksi Corat-coret tersebut bukan saja menggunakan pena atau spidol, tetapi menggunakan cat pilox berbagai macam warna sehingga sangat menganggu pemandangan.
Padahal pihaknya sudah berulangkali mengawasi dan mengingatkan para pelajar untu tidak merusak fasilitas GOR termasuk tanamannya serta tidak mengootori dengan sampah. Bahkan pihaknya sudah kewalahan melakukan pembersihan dan mengecat kembali, namun ternyata kembali di corat-coret. Makanya ketika kepergok, kita serahkan langsung ke Sat Pol PP untuk memberikan sanksi jera supaya tidak mengulangi perbuatannya.
"Kita sekarang sedang giat mengecat kembali, tetapi dikotori lagi. Makanya kita tangkap, sebab ini jam sekolah," ujar Yan.
Saat ini, kata Yan, Pemkab Muaraenim telah menganggarkan kembali untuk pengecatan dan rehab lain dilingkungan GOR Pancasila Muaraenim pada tahun 2014 sekitar Rp 1,5 Miliar. Tujuannya supaya kembali terlihat bersih dan cantik. Makanya, ketika ada yang mengotori lagi, pihaknya akan bertindak lebih tegas. Dan berharap kepada pihak terkait, untuk mengawasi siswanya supaya tidak berkeliaran pada jam belajar.
Menurut pengakuan WP saat di temui di Kantor Satpol PP Muaraenim, membantah jika dirinya melakukan aksi mencoret dinding tersebut. Sebab yang melakukannya adalah temannya yang melarikan diri. Namun ia mengakui bahwa hari ini ia beserta teman-temannya tersebut tidak masuk sekolah alias membolos, karena terlambat masuk.
"Tadi kami terlambat masuk sekolah, makonyo jadinyo kami bejalan dan nongkrong di GOR Pancasila," kilahnya.
Sementara itu Kasat Pol PP Riswandar SH MH, membenarkan telah mengamankan beberapa siswa SMP dan SMA yang berasal dari Kabupaten Lahat, karena diduga kuat telah melakukan aksi carat-coret di GOR Pancasila Muaraenim. Hal tersebut, berdasarkan adanya laporan dari petugas GOR Pancasila Muaraenim.
Saat ini, keenam petugas sudah diamankan, dan dibuat surat pernyataan dihadapan pihak sekolah dan orangtua masing-masing.
"Kita akan berikan peringatan. Kita sengaja undang pihak sekolah dan orangtuanya supaya untuk menjadi perhatian dan memberikan efek jera," pungkas Riswandar.
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Merapi Timur melalui Wakil Kepala Sekolah Saipul Anwar, pada intinya pihaknya menyerahkan hal ini sepenuhnya ke pihak yang berwajib. Sebab pada saat kejadian, mereka berada diluar lingkungan sekolah.
Dan ia berharap, ini benar-benar akan menjadi pelajaran dan bisa memberikan efek jera kepada mereka.