Sumsel Super League
Suntikan Suplemen Bagi Tim Papan Bawah SSL
"Kami siapkan bantuan dengan memberikan masukan dan memberikan rekomendasi untuk merekrut pemain
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-CEO Sumsel Super League (SSL), Hendri Zainudin menjamin kualitas kompetisi yang digagasnya. Ia mengatakan, visi misinya Sumse Super League (SSL), tidak lain adalah membangkit gairah kompetisi di Bumi Wong Kito.
Makanya di masa istirahat SSL di bulan puasa, PT Payamaran Optimis Mandiri (POM) selaku pengelola memanfaatkan waktu dengan memberikan bantuan kepada tim-tim yang tengah terpuruk, untuk bangkit menghadapi lanjutan kompetisi 22 Agustus nanti. Tim-tim yang tengah terpuruk di dasar klasemen saat ini adalah Siring Agung, dan Garuda SP Padang yang berada di Grup B, sementara di Grup A ada Mesuji FC dan Manunggal FC. Setidaknya dari keempat tim ini Manunggal menjadi tim yang paling banyak kebobolan yakni mencapai 43 gol.
"Kami siapkan bantuan dengan memberikan masukan dan memberikan rekomendasi untuk merekrut pemain mana yang harus direkrut, serta bagian mana yang perlu diperbaiki, jadi semacam konsultasi perbaikan dan peningkatan performa tim," jelas Hendri, Kamis (10/7/2014).
Sebab, menurut Hendri sudah lama, Sumsel tidak memiliki kompetisi yang berkualitas seperti di Pulau Jawa. Padahal kompetisi adalah kunci penting untuk pembinaan para pemain muda. Makanya ia sangat fokus menjaga kualitas tim peserta.
Sebab lanjut Hendri menilai, selama ini ada mata rantai yang terputus dari pembinaan di Sumsel, karena tidak adanya kompetisi reguler. Sebab banyak Sekolah Sepakbola (SSb) di Sumsel bahkan ratusan, namun sangat minim pemain muda yang berkiprah di kancah nasional."Terbukti tidak adanya pemain muda di Timnas U-23 dan Timnas senior di skuad utama. Makanya kita ingin SSL bisa memberikan kontribusi dalam membina pemain, agar ada pemain kita yang bisa bersaing di tingkat nasional dan memperkuat Timnas," ujarnya.
Bahkan dulu Sumsel pun sulit menembus Tim PON. Apa penyebabnya? Pemain muda di Sumsel hanya berlatih semata, namun tidak mendapatkan kompetisi yang berkualitas. Mereka hanya bisa mengikuti kompetisi U-11 hingga U-16, namun setelah itu terputus. Tetapi kini Sumsel memiliki banyak pilihan, karena ada banyak pemain muda yang berkompetisi.
"SSL adalah konsep dan gagasan kompetisi untuk usia 16 tahun ke atas, untuk pemain muda yang baru saja lepas dari pendidikan di SSB, sehingga mereka bisa berkompetisi di klub-klub amatir peserta SSL, dengan adanya kompetisi ini, diharapkan akan menyuplai pemain muda terutama bagi Tim PON bahkan menyuplai
pemain SFC," ujarnya.