Sriwijaya FC

Manajer Tim: Sriwijaya FC Optimis 3 Poin Laga Derby Sumsel

Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro menyatakan optimis Elang Andalas bakal meraih kemenangan perdana pada Derby Sumsel putaran kedua

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz Sripo
Handout
EKO DAN TEDI - Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro bersama asisten pelatih Tedi Berlian. Bos Ereight Apparel ini menyatakan optimis Elang Andalas bakal meraih kemenangan perdana pada Derby Sumsel putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 kontra Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) pukul 15.30 nanti. 

Ringkasan Berita:
  • Sriwijaya FC optimis raih kemenangan perdana di Derby Sumsel kontra Sumsel United, 24 Januari 2026. 
  • Klub masih dilanda krisis finansial dan pemain, meski sudah mendaftarkan 13 wajah baru. 
  • Manajemen nekat datangkan 5–6 pemain eks Liga 2 tanpa gaji, hanya diberi makan dan mess, demi bertahan di kompetisi.
 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro menyatakan optimis Elang Andalas bakal meraih kemenangan perdana pada Derby Sumsel putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 kontra Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) pukul 15.30 nanti.

"Optimis raih 3 poin," ungkap Manajer Tim Sriwijaya FC, Eko Saputro kepada Sripoku.com, Rabu (21/1/2026).

Meski telah melewati masa krisis pemain pasca eksodus para pemain, namun tim Sriwijaya FC masih mengalami krisis finansial dalam menjalani sisa laga putaran kedua dan ketiga Pegadaian Championship 2025/26.

Sriwijaya FC akhirnya bernapas setelah krisis pemain yang sempat menghantui keberlangsungan tim. Sebanyak 13 pemain anyar resmi didaftarkan pada bursa transfer window untuk mengarungi sisa putaran kedua dan ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Namun harapan itu belum menjelma menjadi hasil.

Wajah-wajah baru langsung terlihat saat official training dan laga ke-16 kontra FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (16/1/2026). Sayangnya, kehadiran pemain anyar belum mampu menyelamatkan Elang Andalas dari performa mengecewakan.

"Tim Sriwijaya FC sudah mulai persiapan latihan lagi untuk jaga kebugaran," kata Eko Saputro yang juga Bos Ereight Apparel.

Dari total 13 pemain yang didaftarkan, empat di antaranya merupakan pemain lokal yang sejatinya sudah aktif berlatih sejak pemusatan latihan awal musim di PSF Bogor. Mereka adalah:

Dwi Setiawan
Roby Andika
Muhammad Arsy Pratama
Asep Suherman
Selain empat pemain lama tersebut, Sriwijaya FC juga menambah amunisi dari PSB Bogor dan klub lain, termasuk nama-nama berpengalaman seperti Derry Herlangga, Indra Mustafa, Sandi Pratama, hingga eks Persita Redi Rusmawan.

Secara keseluruhan, 13 pemain yang didaftarkan yakni:
Dwi Setiawan, Roby Andika, Muhammad Arsy Pratama, Asep Suherman, Derry Herlangga, Willyando, Keyza Lauda S, Indra Mustafa, Rezki Ikhwan, Riko Bahtiar, Ramadan Adi S, Redi Rusmawan, dan Sandi Pratama.

Namun dalam laga kontra Bekasi City, hanya 6–8 pemain yang siap dimainkan, membuat komposisi tim tetap pincang.

Krisis finansial dan performa tak membuat Sriwijaya FC menyerah. Klub kebanggaan Sumatera Selatan ini kembali jadi sorotan setelah manajemen memutuskan mendatangkan 5–6 pemain eks Liga 2 dengan status unik tanpa gaji.

Langkah nekat ini diambil demi menjaga asa Elang Andalas tetap terbang di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, meski badai masalah belum juga reda.

Asisten pelatih Joe Berry menyebut pemain-pemain yang akan didatangkan ini tidak digaji. Mereka mau menolongnya dan Sriwijaya FC sambil cari menit bermain buat persiapan musim depan.

"Manajemen hanya menyanggupi makan dan mess saja," ungkap asisten pelatih Joe Berry kepada Sripoku.com, Rabu (21/1/2026).
 
Sriwijaya FC sempat terancam bubar setelah eksodus pemain besar-besaran. Bursa transfer terakhir menghadirkan 13 wajah baru, termasuk Dwi Setiawan, Roby Andika, Muhammad Arsy Pratama, Asep Suherman, hingga eks Persita Redi Rusmawan.

Namun, saat laga ke-16 Pegadaian Championship 2025/26 kontra FC Bekasi City, hanya 6–8 pemain yang siap dimainkan. Hasilnya, performa tetap belum maksimal.
 
Joe Berry, caretaker yang kini mendampingi bersama coach Budi Sudarsono, rela bolak-balik Bandung–Palembang demi hemat biaya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved