Sumsel Super League
SSL Siap Suplai Pemain Berkualitas
"Para pemain bersinar, akan kita tampung dan disalurkan ke klub-klub elit Indonesia" Kata CEO SSL, Hendri Zainudin.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kompetisi SSL bukan sekadar kompetisi yang numpang lewat saja, di mana SSL juga bertujuan sebagai ajang pembinaan bagi para pemain sepakbola di Sumsel.
Dengan format, pemain yang berkompetisi haruslah di bawah usia 23 dan hanya ditambah dengan lima pemain senior. Membuktikan bahwa, ajang itu menekankan jenjang untuk usia pemain muda.
Hadirnya SSL juga sebagai penghapus dahaga para pencinta sepakbola. Karena di Sumsel untuk beberapa tahun terkahir hampir tidak pernah sama sekali ada ajang serupa dan dikatakan Sumsel sedang mati suri. Namun dengan adanya SSL kemudian Liga Nusantara, sepakbola di Sumsel menjadi hidup.
SSL khususnya, sejak awal akan berjalannya kompetisi ini ada 30 tim lebih menyatakan siap mengarungi laga. Namun, hasil verifikasi dinyatakan hanya 22 tim yang lolos. Terpilihnya tim-tim ini berdasarkan aspek penilaian, seperti manajemen, home base.
Bukan ajang tarkam. SSL menepis anggapan sekadar ajang tarkam, yang dihuni para pemain yang tidak berkualitas. Terbukti SSL menyedot perhatian para pemain sepakbola ternama. Sebut saja Feryansah Mas'ud eks Pelita Jaya, Rico eks Persisam dan Poyel eks PSDS Deli Serdang. Tidak hanya pemain bintang yang berkompetisi.
Juga pelatih berkelas ambil bagian. Seperti, Indrayadi (pelatih SPC) yang merupakan mantan pelatih kiper Sriwijaya FC, Soenardi (pelatih PS Pertamina) mantan asisten pelatih SFC di era Suimin Diharja dan Roni Fadli (PS Pusri) eks asisten pelatih SFC U21.
Event menunjukkan kualitas luar biasa, dimana terjadi kejutan disetiap laga dan terbukti dari awalnya kompetisi tercipta 179 gol."Ajang ini digelar sebagai wadah para pemain sepakbola Sumsel yang tidak mempunyai kompetisi berkualitas. Diharapkan ajang ini banyak pemain Sumsel meroket di kancah nasional."Para pemain bersinar, akan kita tampung dan disalurkan ke klub-klub elit Indonesia" Kata CEO SSL, Hendri Zainudin.