Eksklusif Sriwijaya Post
Dinkes Muba Ragukan Khasiat Tanah
secara kasat mata, tanah Tanampo Sakti terlihat sama seperti tanah pada umumnya
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Eko Adiasaputro
SRIPOKU.COM - Cerita tentang keberadaan dan khasiat tanah Tanampo Sakti di Desa Telukkijing, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih misteri. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Muba yang berinisiatif meneliti kandungan pada sampel tanah tersebut butuh waktu sekitar dua minggu untuk menjelaskan hasilnya.
Kabid Tanaman Keluarga (Toga) di Dinkes Muba, Salim Se SKM MM mengatakan, saat ini pihaknya belum memiliki peralatan yang lengkap untuk menguji kandungan tanah. Karena itu, dibutuhkan waktu lebih dari sepuluh hari untuk mengetahuinya.
Salim juga sempat meragukan khasiat yang terkandung dalam tanah tersebut bagi kesehatan. Sebab secara kasat mata, tanah Tanampo Sakti terlihat sama seperti tanah pada umumnya. Hanya saja, tanah tersebut berwarna putih seperti batu kapur.
"Saya belum percaya 100 persen kalau tanah itu ada khasiatnya. Makanya kami perlu waktu untuk mengujinya," kata Salim saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/6/2014).
Dia berpendapat, kepercayaan sebagian warga Telukkijing mengenai khasiat tanah itu hanya bagian dari sugesti yang sudah tertanam secara turun-temurun. Karena sugesti itu pula, beberapa penyakit bisa sembuh.
"Soal tanah itu kan dibarengi dengan cerita legenda Dempo Awang. Cerita yang sudah mengakar itu pula yang menginkat sugesti masyarakat hingga saat ini," ujarnya.
Karena itu, kata dia, perlu dijelaskan dari sisi medis mengenai kandungan yang terdapat pada tanah tersebut dan kemungkinan efek samping bagi orang yang mengonsumsinya.
"Saya justru berfikir tanah ini hampir sama dengan Batu Ponaryo yang beberapa waktu lalu cukup mengemparkan. Begitu dicek tidak ada kandungan yang relevan dengan upaya penyembuhan penyakit," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang dokter yang bertugas di Dinkes Muba, dr Ichsan mengatakan, mungkin saja di dalam tanah tersebut mengandung beberapa zat yang dapat menyembuhkan. Namun yang pasti di dalam tanah ada mineral dan setiap benda mengandung mineral, bisa juga zink yang memang sangat baik untuk pencernaan.
"Sejauh ini kita masih menduga-duga tanah itu mengandung apa. Tapi saran saya, sebaiknya masyarakat berhenti dulu mengonsumsi tanah itu sebelum ada hasil uji medis. Apalagi letaknya di dasar sungai, sangat mungkin tercemar bakteri yang berpotensi membahayakan tubuh," katanya.
Masih menegnai tanah Tanapo Sakti, Camat Lais, Dedi Alfian SKM justru mengaku tidak tahu soal itu. Dia mengatakan, belum pernah mendengar selama menjabat. "Kami secara Tupoksi tidak bertugas untuk melakukan penelitian atau mengetahui hal-hal seperti ini.Tapi kami siap membantu jika diminta dari Dispopar untuk kelapangan mengecek tempat tanah tersebut," katanya.
Dedi juga sempat menyinggung kabar temuan yang diduga serpihan candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya di wilayahnya. Namun menurut dia itu hanya isu, karena hingga saat ini belum ada pihak kompeten yang mengungkap kebenarannya.
"Mau diapakan kalau memang benar ada, tentu itu tugas Dispopar dan Disdikbud Muba," tegasnya.