Sumsel Super League 2014
Tim Pemandu Bakat SSL Listing Pemain Bertalenta
"Makanya kami akan membentuk Tim Pemandu Bakat (talent scounting)
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-CEO Sumsel Super League (SSL) Hendri Zainudin mengatakan, sengaja mengharuskan sebagian besar pemain ada di bawah usia 23 tahun, sementara sisanya dibebaskan berapapun usianya. Namun secara mayoritas SSL diperkuat pemain usia di bawa 23 tahun bahkan ada yang berusia 16,17,18 hingga 20 tahun dan itu mayoritas.
"Makanya kami akan membentuk Tim Pemandu Bakat (talent scounting), khusus untuk memantau pemain muda berbakat dan berkualitas, mereka akan kami rekrut dan dibentuk pula tim Bintang SSL terdiri dari pemain pilihan," jelas Hendri.
Mereka nantinya, akan mendapatkan perhatian khusus, diinapkan dan dididik lagi secara khusus, SSL akan membuka akes ke PSSI dan klub-klub profesional di ISL.
"Bisa jadi kita akan titipkan mereka untuk magang di klub-klub ISL, Divisi Utama di Indonesia, bahkan juga akses ke BTN memberikan informasi dan masukan kepada pelatih Timnas, karena nantinya Tim Pemandu Bakat yang kita bentuk juga akan ada kerjasama dengan pihak Badan Timnas, PSSI pusat, PSSI Sumsel, dan klub-klub di ISL," ujar Hendri.
Dikatakan Hendri, untuk memutar sebuah kompetisi memang tidak murah, butuh biaya yang cukup besar untuk sebuah pembinaan dan mendapatkan pemain muda yang berkualitas, memiliki jam terbang dan dimatangkan oleh kompetisi. Hal inilah yang menjadi dasar diputarnya SSL.
Hendri mengungkapkan, untuk biaya operasional selama satu musim, dari biaya stadion, akomodasi panitia, biaya setiap per pertandingan, dan jajaran pengurus SSL mencapai Rp750 juta."Totalnya mencapa Rp750 juta, tentunya kita dari pihak SSL terus melakukan berbagai upaya menyiapkan itu semua, home basenya memang ada beberapa alternatif, yang jelas salah satunya Stadion Bumi Sriwijaya, yang kita rencakan tempat pembukaan dan kick off SSL, 9 Mei mendatang," jelas Hendri.
Menurut Hendri, dana berasal dari donatur dan sponsor, namun dia secara pribadi juga menggelontorkan dana untuk pelaksanaan SSL, karena sejak awal dialah yang mencetuskan ide digelar SSL, karena melihat minimnya bahkan nyaris tidak ada kompetisi dalam 10 tahun terakhir.
"Apapun itu, Sumsel Super League (SSL) seperti pilot project pembinaan dan pembibitan pemain sepakbola, ini dirancang berdasarkan studi banding yang kita gelar beberepa waktu lalu dengan Pengprov Jawa Timur yang sudah sangat pengalaman memutar kompetisi, kemudian didasarkan kepada statuta PSSI, aturan dan manual Liga Super Indonesia, dan dipadu serta disesuai dengan letak geografis di Sumatera Selatan," jelas Hendri.
Menurut Hendri untuk biaya stadion adalah yang utama, karena akan menjadi tempat dilangsungkannya pertandingan. "Kita berharap pula akan ada bantuan dari sponsor untuk pembinaan dari persuahaan, BUMN dan BUMD di Sumsel," jelas Hendri.
Sementara itu pertandingan untuk pekan ini tidak ada karena sesuai dengan kesepakatan pihak pengelola stadion bahwa, pekan ini akan dipakai oleh Pertamina Soccer yang akan menyeleksi pemain."Sementara itu kita memperkuat sisi promosi dengan menyebar 50 spanduk, pelaksaan SSL. Pekan ini memang diistirahatkan dan Jumat (30/5) akan kembali dimulai," jelas Hendri.