Pemilu Legislatif
Susu Kedelai Bakal Antarkan Rio Tomo Jadi Anggota Dewan
Anggapan kebanyakan orang, seorang yang maju menjadi calon legislatif (Caleg) harus memiliki modal
Penulis: Tommy Sahara | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM,LAHAT - Anggapan kebanyakan orang, seorang yang maju menjadi calon legislatif (Caleg) harus memiliki modal besar. Paling tidak mencapai puluhan hingga ratusan juta.
Kesan tersebut sama sekali tidak terlihat, pada Rio Tomo (30) caleg yang bertarung di dapil I Kabupaten Lahat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab pria yang tinggal di kawasan transmigrasi SP 6 Palembaja Kelurahan Sari Bungamas Kecamatan Kota Lahat ini, sehari-hari hanyalah penjual susu kedelai.
Menurut Rio Tomo, ia sama sekali tidak mempunyai modal terutama uang, untuk ikut serta pada pemilihan Caleg nanti. Jangankan untuk membeli alat peraga apalagi menggunakan politik uang, uang hasil berjualan susu kedelai hanya cukup untuk makan anak dan istrinya saja.
Namun ia memiliki keyakinan bila warga Lahat, tidak mencoblos calon yang mengumbar janji dan memiliki banyak uang. Namun mencari orang yang benar mengabdi, untuk meningkatkan kesejahteraan serta pembangunan.
Untuk menyiasai kekalahan jumlah finansial dengan caleg lain, Rio Tomo lebih memilih strategi door to door. Sasarannya adalah orang-orang yang menjadi langganan susu kedelainya, yang sejak awal ia sendiri yang mengantar langsung. Sejak masa kampanye bergulir setiap hari ia tidak pernah bosan mengingatkan pelanggannya, untuk meminta dukungan. Saat terlibat obrolan ringan hingga serius, ia tak lupa menyusupkan visi dan misinya bila terpilih nanti.
"Modal saya cuma susu kacang kedelai, tapi tetap optimis warga akan memilih calon yang terbaik. Sebab mereka butuh didatangi dan diperhatikan, dan ini akan terus saya lakukan bila terpilih nanti," ujar pria kelahiran 18 Mei 1983, saat mengantar pesanan susu kacang kedelai pelanggannya, Jumat (28/3/2014).