Kuda Lumping Tergerus Zaman
Sebagian masyarakat memilih untuk menampilkan hiburan orgen tunggal pada kegiatan ataupun acara-acara yang mereka gelar.
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Ditengah maraknya hiburan modern yang masuk hingga kepelosok daerah, membuat seni dan budaya tradisional Kuda Lumping makin tersisih dan jarang ditampilkan. Hanya diwaktu-waktu tertentu saja kesenian kuda lumping dipertunjukkan, misalnya saat kunjungan pejabat atau kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Saat ini, kesenian dan budaya tradisional kuda lumping sudah jarang tampil. Sebagian masyarakat memilih untuk menampilkan hiburan orgen tunggal pada kegiatan ataupun acara-acara yang mereka gelar. Berawal dari inilah, salah satu radio swasta di Lubuklinggau menggelar festival kuda lumping, Minggu (16/2/2014).
Rudi Setyono, penyelenggara festival mengatakan, melalui festival Kuda Lumping, ia ingin mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan budaya bangsa itu dan kembali menghidupkannya ditengah-tengah masyarakat, disaat begitu banyaknya budaya ataupun hiburan modern yang masuk.
“Dengan kegiatan festival Kuda Lumping ini kita berharap, kesenian dan budaya tradisional ini kembali hidup ditengah masyarakat. Karena kalau kita lihat sekarang, sudah jarang masyarakat “nanggap” kuda lumping kalau ada hajatan, dan lebih memilih orgen tunggal. Makanya, kalau tidak dihidupkan kembali, lama kelamaan akan makin tergerus zaman. Melalui festival ini pula kita ingin menjaring group-group kuda lumping terbaik,” katanya.
Festival Kuda Lumping yang digelar di Jalan Yos Sudarso KM9 Kelurahan Tanah Periuk Lubuklinggau Selatan II itu sendiri diikuti oleh sedikitnya 15 peserta yang berasal dari berbagai daerah, seperti Musirawas, Lubuklinggau hingga Rejanglebong Bengkulu.
Festival dengan hadiah total Rp 6 juta ditambah trofi dan berbagai hadiah lainnya ini, juga cukup menyedot perhatian masyarakat yang cukup antusias menonton pertunjukan tersebut.
Berhasil mendapat juara pertama adalah Group Kuda Lumping “Sejahtera” asal Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Musirawas. Selanjutnya juara kedua group “Satria Mura Cahya” KBS Marga Mulya dan juara ketiga diraih group “Seni Budaya Mugi Rahayu” yang berasal dari Amula Rahayu.