Petugas Pemadam Kebakaran Jepang Main Film Porno

Petugas yang berusia 25 tahun itu mengajukan diri bermain film porno setelah membaca selebaran "Mencari Aktor Film Porno" di Nagoya.

Petugas Pemadam Kebakaran Jepang Main Film Porno
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, TOKYO - Akhirnya terbongkar juga, seorang petugas pemadam kebakaran Jepang dari kota Hirata ternyata sempat dua kali main film porno Jepang pada tahun 2012 karena alasan tak punya uang. Kini dapat hukuman disiplin sangat berat di kantornya.

"Kami minta maaf sebesarnya atas kejadian ini dan berharap kita akan memulai segalanya dengan yang baru segera agar skandal seperti ini tidak terulang kembali sehingga bisa menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada kami. Sekali lagi maaf sedalamnya atas kejadian ini, sangat tidak dapat dimaafkan memang," ujar Sadao Katayama, Kepala Pusat Pemadam Kebakaran kota Hirata kepada pers Jumat (14/2/2014) kemarin.

Petugas pemadam kebakaran itu bekerja di Hirata City Fire Department di daerah Higashiura, terbukti melanggar UU Pegawai Negeri yang menyangkut pekerjaan ganda yang jelas dilarang di Jepang. Pada bulan Maret 2012, petugas yang berusia 25 tahun itu mengajukan diri bermain film porno setelah membaca selebaran "Mencari Aktor Film Porno" di Nagoya.

Lalu dia bermain film porno di dua tempat di Osaka dan di Tokyo dan mendapat upah sekitar 50.000 - 60.000 yen untuk setiap produksi dalam dua bulan. Bulan Januari lalu sebenarnya petugas tersebut sudah melaporkan hal tersebut kepada pimpinannya. Lalu kasus ini mencuat ke permukaan, diketahui masyarakat setelah sebuah surat tanpa nama dan tanpa alamat pengirim berisi DVD film porno tersebut diterima oleh kantornya, Hirata City Fire Department.

Kaget luar biasa para petugas di sana setelah melihat film tersebut. Setelah diusut lebih lanjut petugas itu mengakui dia melakukan itu karena tidak punya uang. Dia sangat kekurangan uang akibat biaya perkawinannya dulu sangat besar dan biaya istrinya melahirkan anak juga sangat besar, sehingga dia kekurangan uang sekali.

Sejak April tahun selalu sebenarnya ada empat skandal menyangkut para petugas pemadam kebakaran Jepang yang melibatkan petugas di Chitachubu Area Fire Department, termasuk kasus tabrak lari serta memotret wanita hal-hal yang sangat sensitif tanpa diketahui dan tanpa mengenal wanita tersebut di tempat umum. Akibat empat kasus tersebut sebuah tim Komisi Khusus telah dibentuk untuk mengantisipasi hal-hal tersebut dan dipimpin oleh Wali Kota daerah Chitachubu, bernama Sumio Sakakibara, mulai Januari 2014 lalu.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved