Lagi, Anak Buah Bos Karet Dihadang dan Dirampok

Uang sebanyak Rp 40 juta lebih milik bosnya Hifni dirampok oleh pelaku yang berjumlah sekitar 8 orang dengan menggunakan sepeda motor.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, INDERALAYA — Peristiwa perampokan kembali terjadi lagi di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Yang lalu menimpa Akmaluddin (38), warga Dusun 2 Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir. Ia menjadi korban perampokan uang tunai Rp 150 juta milik bosnya Hifni (39) oleh 15 orang bersenpi pada Sabtu 2 November 2013 lalu sekitar pukul 06.30 di Desa Bantian Kecamatan Tanjung Batu.

Kali ini terjadi lagi terhadap anak buah Hifni, yakni Safei (58), warga Desa Rengas I Kecamatan Payaraman. Uang sebanyak Rp 40 juta lebih milik bosnya Hifni dirampok oleh pelaku yang berjumlah sekitar 8 orang dengan menggunakan sepeda motor.

Kejadian tersebut terjadi Rabu (20/11/2013) sekitar pukul 06.30 diperbatasan Simpang Betung dengan Desa Rengas. Selain korban kehilangan uang , kepalanya terluka dipukul menggunakan gagang pistol oleh para pelaku perampokan. Berdasarkan keterangan dari Hifni, anak buahnya pada hari itu sengaja disuruh untuk membayar hasil pembelian karet dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash warna silver BG 5673 C.

“Safei pergi dari rumah saya sekitar pukul 06.15 dengan membawa uang Rp 40 juta lebih, tetapi baru sekitar lebih kurang 10 menit berjalan, saya mendapat kabar kalau anak buah saya yang saya suruh kembali kena rampok. Sebelumnya anak buah saya, Akmaludin," kata Hifni.

Dengan kejadian untuk yang kedua kalinya itu, para pengusaha karet saat ini benar-benar resah. “Kita berharap Polres Ogan Ilir berhasil mengungkap kasus ini dan memberantas aksi perampok ini hingga keakar akarnya yang sudah sangat meresahkan warga," pinta Hifni.

Menurut Hifni dari cerita Safei, awalnya pelaku yang menghadang sebanyak 4 orang dengan menggunakan dua buah sepeda motor, lalu muncul 4 orang lagi yang diduga sebagai pengawas alias mata-mata untuk memberitahukan mangsa yang akan jadi sasaran.

”Saya menduga pelakunya bukan orang luar dan gerak garik saya termasuk kedatangan Kapolres tahu ke tempat kejadian perkara mereka (para pelaku, red) tahu persis. Karena saya pernah ditelepon oleh orang yang mengaku Kapolres OI, padahal saat ditelepon Kapolres OI sedang berada disamping saya, tapi dia tahu persis kejadian perampokan yang menimpa anak buah saya Akmaludin sebesar Rp 150 juta tempo hari," katanya.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasat Reskrim AKP Suhardiman ketika dikonfirmasikan membenarkan kejadian perampokan yang menimpa untuk kedua kalinya bos karet tersebut. ”Tolong doakan, para pelaku sudah kita identifikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada hasilnya," kata Kasat Reskrim.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved