Penyakit HIV/AIDS di Muba Harus Ditangani Serius
Selain bersinergi, juga diharapkan mengalokasikan anggaran yang cukup, untuk mendukung aksi nyata
Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Musi Banyuasin harus ditangani dengan serius oleh seluruh dinas/instansi yang menjadi anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Muba. Selain bersinergi, juga diharapkan mengalokasikan anggaran yang cukup, untuk mendukung aksi nyata Pemerintah Kabupaten Muba mengatasi penyakit HIV AIDS.
Selain itu dalam rangka penanggulangan HIV dan AIDS di daerah secara intensif, menyeluruh dan terpadu, dibentuk Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS (KPA) Kabupaten Muba sesuai dengan Permendagri No. 20 Tahun 2007 Tentang Pedoman Umum Pembentukan KPA dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka penangulangan HIV AIDS di daerah.
Imbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi selaku Ketua Pelaksana Harian KPA Muba saat memimpin rapat koordinasi KPA Pemerintah Kabupaten Muba Tahun 2013 di ruang rapat bupati, Senin (21/10), yang dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Muba, SKPD anggota KPA Muba, dan aktivis Maharam Kasih Peduli Jaringan GWELINA Sumsel.
“Kegiatan sosialisasi mengenai penyakit HIV AIDS beserta dampaknya kepada masyarakat harus terus ditingkatkan khususnya pada usia produktif 15-49 tahun, begitupun dengan koordinasi antar leading sector dengan dinas/instansi terkait harus lebih pro aktif, serta dapat memotivasi masyarakat untuk tidak mengucilkan ODHA,” ujar Wakil Bupati.
Rapat koordinasi ini juga ditujukan untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi masing-masing anggota/pengurus/ Dinas/Instansi yang tergabung di KPA, serta untuk menyamakan persepsi dalam penanggulangan HIV AIDS Kabupaten Muba, mengingat fenomena penyebaran HIV AIDS perlu dilakukan penanganan yang komprehensif dan terkoordinasi dengan baik.
Berdasarkan data Dinas Kesahatan Kabupaten Muba sebaran spot-spot daerah beresiko penyebaran HIV AIDS diantaranya Kecamatan Bayung Lencir, Sungai Lilin, Lais, Sanga Desa, Sekayu, Babat Supat dan Babat Toman.
Direktur RSUD Sekayu, Dr Azmi Dariusmansyah mengatakan, RSUD Sekayu telah menjalankan program VCT atau Voluntary Counseling and Testing adalah tes HIV yang dilakukan secara sukarela, yang dilaksanakan setiap hari kerja di RSUD Sekayu sebagai upaya pencegahan, penanggulangan penyebaran dan penanganan penyakit HIV AIDS.
Dalam paparannya Dr Azmi juga menjelaskan bahwa penularan virus HIV AIDS melalui hubungan seksual (gonta ganti pasangan), transfusi darah/ produk darah yang sudah tercemar HIV, lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik dikalangan pengguna narkoba suntik (penasun), dan dari ibu ke janin/ bayinya selama kehamilan, persalinan atau menyusui.
“Masyarakat masih sering salah arti, bahwa penyebaran virus HIV itu tidak menular melalui batuk atau bersin, tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga lainnya, tidak menular melalui berbagai alat makanan, berjabat tangan dan berciuman, ini yang harus disosialisasikan kepada masyarakat karena orang dengan HIV AIDS (ODHA) tidak perlu dijauhi atau dikucilkan, melainkan didampingi dan dimotivasi,” jelasnya.
Sebut saja Mike, salah seorang ODHA berharap dia beserta ODHA lainnya tidak dikucilkan dalam pergaulan masyarakat, tetapi diberikan kesempatan untuk bersosialisasi di masyarakat.
“Sejak saya divonis mengidap HIV AIDS saya dikucilkan oleh keluarga dan lingkungan asal saya, tapi saya tidak menyerah karena saya berhak untuk hidup, dengan rajin mengkonsumsi obat-obatan yang saya peroleh dari RS sejak lima tahun lalu sesuai dosis yang dianjurkan, hingga saat ini saya mampu bertahan,” ungkapnya.
Kabag Humas Setda Kabupaten Muba Dicky Meiriando SSTP MH menambahkan beberapa pihak yang mendukung upaya penanggulangan HIV & AIDS Pemkab Muba diantaranya Bappeda, BPMPD, Bagian Kesra, Dinas Kesehatan, Dispopar, Dinsosnakertrans, Diknas, Dinas Kominfo, BNN, TP PKK Muba, DPPKAD, Sat Pol PP, Kantor Kemenag, kabag Hukum, BKBPP, RS dan Puskesmas, LSM juga MUI.
Pengirim:
Humas Pemkab Muba
Penulis: Ria Permata Sari
Foto: Andrie Juniarta